HUT ke-52 PDI Perjuangan, Megawati Berterima Kasih ke Prabowo

Rudy Hartono - 10 January 2025
Dokumen - Penyerahan surat pimpinan MPR tentang tidak berlakunya lagi TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno kepada keluarga Soekarno dan Menkumham RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2024). (foto:antara)

SR, Surabaya – Ada yang unik dalam perayaan HUT ke-52 PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Jakarta, Jumat (10/1/2025). Di momen tersebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan terima kasih pada Presiden RI Prabowo Subianto.

Bukan tanpa alasan. Apresiasi itu dilakukan sebab Prabowo koorporatif merespon surat MPR terkait Pencabutan TAP MPR nomor 33 tahun 1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Negara dari Presiden Soekarno. Berkat hal tersebut, nama baik Bung Karno sebagai Bapak Proklamator bangsa berhasil dipulihkan.

“Ucapan terima kasih yang setulusnya saya sampaikan ke seluruh rakyat indonesia dimana pun kalian berada atas pelurusan sejarah Bung Karno tersebut. Terima kasih juga pada Presiden Prabowo yang merespon surat MPR RI atas pemulihan nama baik bung karno,” tuturnya.

Diiringi rasa haru dengan suara yang tercekat, Megawati mengucap syukur atas perjuangan yang membuahkan hasil. Pemulihan nama baik Ir. Soekarno bagaikan kado terindah untuk HUT PDI Perjuangan.

Tuduhan bahwa Bung Karno telah melakukan pengkhianatan terhadap negara dan mendukung pemberontakan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) akhirnya tidak terbukti.

“Hari ini sungguh istimewa karena setelah berjuang dnegan penuh kesabaran revolusioner selama 52 tahun akhirnya atas kehendak Allah sebuah keputusan yang luar biasa telah dikeluarkan melalui penegasan MPR atas tidak lagi berlakunya TAP MPRS nomor 33 tahun 1967,” jelasnya.

Di momentum tersebut, Mega mengaku legawa dan telah memaafkan segala yang telah menimpa dirinya dan keluarga di era orde baru. “Maka kami menegaskan pihak keluarga Bung Karno telah memaafkan atas segala perlakuan yang sudah terjadi saat itu. Yang penting adalah rehabilitasi nama baik Bung Karno sebagai proklamator bangsa, penggali pancasila dan bapak bangsa,” ungkapnya.

Ia pun berharap hal itu menjadi momentum rekonsiliasi nasional. Tak boleh ada lagi politisasi demi kekuasaan kelompok tertentu.  “Kebijakan MPR dan Prabowo harus jadi momentum rekonsiliasi nasional. Pidato ini saya buat karena kita tidak hidup untuk di sini saja tapi jauh ke masa depan, demi keselamatan dan masa depan anak cucu kita. Kalau tidak begitu siapa yang akan meluruskan. Apakah hanya cari kekuasaan saja, cari duit saja, itu pertanyaan besar saya,” ujarnya.

Mega juga meminta kader-kader PDI Perjuangan tak takut menyebarkan ideologi Bung Karno. Nilai-nilai dan pemikiran proklamator itu harus menjadi pedoman untuk kehidupan ke depannya.

“Kita sebagai partai ideologis yang mengikuti hal yang begitu banyak kita tidak perlu takut, sembunyi lagi untuk membicarakan hal yang telah beliau sampaikan dari sejak bung karno muda sampai wafatnya,” tandasnya. (hk/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.