Masih Zona Orange, Bupati Kediri Belum Izinkan Wisata Gunung Kelud Dibuka

Yovie Wicaksono - 6 March 2021
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam kegiatan Jumat Ngopi (ngobrol persoalan dan diskusi) di Pendopo Pemkab Kediri, Jumat (5/2/2021). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana belum bisa memenuhi keinginan sejumlah perwakilan tukang ojek yang menghendaki agar Pemerintah Kabupaten Kediri segara membuka kembali objek wisata Gunung Kelud yang berlokasi di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar.

Menurut Bupati berusia 28 tahun tersebut, saat ini situasinya masih belum memungkinkan karena Kabupaten Kediri masih dalam status zona orange Covid-19.

“Terkait Gunung Kelud ini memang sangat dilematis sekali, sekarang Gunung Kelud kalau kita buka tempat pariwisatanya, pasti semua tempat pariwisata di Kabupaten Kediri minta dibuka. Saya rasa kondisi masih belum memungkinkan. Kita masih zona orange, kecuali kalau sudah masuk zona hijau, baru kita berani buka,” ujarnya di Pendopo Pemkab Kediri, Jumat (5/3/2021).

Sebelumnya, keinginan sejumlah tukang ojek yang tergabung dalam Paguyuban Among Karyo Satrio Kelud ini disampaikan saat menghadiri  kegiatan Jumat Ngopi (ngobrol persoalan dan diskusi) di Pendopo bersama Bupati Kediri.

Adapun jumlah  tukang ojek yang tergabung dalam Paguyuban Among Karyo Satrio Kelud ini sekira 185 anggota. Setiap harinya mereka biasa mangkal di parkiran mobil mengantar wisatawan hingga sampai area kawah Gunung Kelud.

Perwakilan tukang ojek asal Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Andis menjelaskan, ia bersama temannya datang ke pendopo sekedar  untuk menanyakan secara langsung kepastian dibukanya kembali objek wisata Gunung Kelud.

“Ya menanyakan, soalnya dulu pas pertemuan di Desa Manggis Kecamatan Ngancar beliau berkata, apabila menjadi Bupati nanti akan sesegera mungkin untuk membuka pariwisata di Gunung Kelud, dan saya hari ini cuman mengulangi pertanyaan lagi dan saya ingin menanyakan bagaimana solusinya,” ungkap Andis.

Andis mengaku pada hari biasa ia bisa  mendapatkan 1 atau 2 kali penumpang. “Untuk satu kali tarik pulang pergi biayanya antar Rp 50 ribu, tidak bisa ditentukan terkadang dapat penumpang 1 sampai 2, kadang gak narik. Tapi kalau ada agenda besar atau momentum liburan omset yang kita dapat Rp 100-300 ribu,” ujarnya.

Semenjak lokasi wisata Gunung Kelud ditutup, banyak tukang ojek yang harus kembali ke profesi semula yakni sebagai peternak dan petani. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.