Hoaks dan Disinformasi Pekan Ini

Yovie Wicaksono - 8 May 2020
Ilustrasi

SR, Surabaya – Banyak beredar informasi dan berita palsu (hoax) oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab di dunia maya, terlebih terkait dengan virus corona (Covid-19).

Jika tidak berhati-hati dan teliti, seringkali masyarakat mudah termakan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu. Adapun beberapa hoax maupun disinformasi yang berhasil kami rangkum diantaranya adalah ;

1. Tenaga Medis Covid-19 RSUD Purworejo Ditagih Biaya 150 Ribu Permalam oleh Pemkab Karena Telah Tinggal di Hotel Ganesha

Penjelasan :

Beredar di sosial media sebuah unggahan foto dengan narasi yang menyebutkan bahwa tenaga medis Covid-19 RSUD Purworejo ditagih biaya Rp. 150 ribu permalam oleh Pemkab karena tinggal di Hotel Ganesha milik Pemkab Purworejo. Akun tersebut juga mencantumkan artikel dengan judul “Dikira Fasilitas Gratis, Sejumlah Nakes RSUD Purworejo, Disuruh Bayar Rp 150 Ribu oleh Pemkab Purworejo”.

Dikutip dari purworejokab.go.id,  Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Drs. Said Ramadhon mengklarifikasi isu yang tersebar. Ia menjelaskan  bahwa keluarnya tenaga kesehatan dari Hotel Ganesha bukan karena dibebani pembayaran biaya sewa mandiri, melainkan mereka dipindahkan sementara di RSU RAA Tjokronegoro, karena Hotel Ganesha akan disterilisasi.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://purworejokab.go.id/web/read/1474/nakes-dipindah-sementara-karena-hotel-ganesha-akan-disterilisasi.html

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5004309/beredar-info-nakes-purworejo-harus-bayar-inap-hotel-pemkab-angkat-bicara

 

2. Pertamina Jual BBM Premium ke Industri Lebih Murah Dibandingkan ke Masyarakat

Penjelasan :

Beredar di media sosial Facebook unggahan narasi yang menyebutkan jika Pertamina menjual BBM ke industri dengan harga yang jauh lebih murah daripada yang dijual ke masyarakat.

Faktanya berdasarkan penelusuran cek fakta Liputan6.com klaim yang menyebutkan Pertamina jual Premium ke industri dengan harga murah dibanding ke masyarakat adalah salah. Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan jika harga premium pada klaim tersebut belum dikenakan pajak yang antara lain terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Ia menjelaskan apabila harga BBM untuk sektor industri telah dikenakan berbagai pajak tersebut, serta ongkos angkut yang harus ditanggung masing masing customer dan merupakan harga dititik serah (supply point), maka harga BBM untuk sektor industri lebih mahal dibanding harga BBM yang dijual ke Masyarakat.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4245847/cek-fakta-tidak-benar-pertamina-jual-bbm-premium-ke-industri-lebih-murah-dibandingkan-ke-masyarakat

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-tidak-benar-pertamina-jual-bbm-ke-sektor-industri-dengan-harga-murah.html

 

3. Jokowi: “Hukuman Seumur Hidup Bagi Kepala Daerah Mainkan Bantuan Covid-19”

Penjelasan :

Beredar unggahan di media sosial yang menyertakan tautan artikel Jayantara News tentang pernyataan Presiden Jokowi akan menghukum seumur hidup bagi kepala daerah yang memainkan bantuan Covid-19.

Faktanya berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan keterangan kapan dan di mana Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan itu. Pemberitaan di media arus utama pun tidak ada ketika mencari informasi tersebut dengan memasukkan kata kunci “penyelewengan bantuan Covid-19 dipenjara seumur hidup” ke mesin pencarian Google.

Presiden Jokowi tidak memberi pernyataan akan menghukum mereka (kepala daerah) yang menyelewengkan bantuan Covid-19, namun pernyataan itu disampaikan oleh Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://cekfakta.tempo.co/fakta/764/fakta-atau-hoaks-benarkah-jokowi-sebut-kepala-daerah-yang-mainkan-bantuan-covid-19-bakal-dihukum-seumur-hidup

https://www.liputan6.com/news/read/4217078/kpk-selewengkan-dana-penanganan-corona-terancam-hukuman-mati

 

4. Indonesia akan Luncurkan Program 1 Suami 2 Istri

Penjelasan :

Beredar postingan yang berisi tangkapan layar yang berisi informasi Indonesia akan luncurkan program 1 suami 2 istri.

Faktanya, dari penelusuran klaim bahwa Indonesia akan meluncurkan program 1 suami 2 istri adalah salah dan tidak ditemukan informasi valid. Terkait dengan gambar tangkapan layar video di atas seorang laki-laki bersama dua orang perempuan adalah video kejadian di Malaysia dengan judul video “Heboh! Program 1 Suami 2 Istri di Malaysia”.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GNl4QW2N-indonesia-akan-luncurkan-program-1-suami-2-istri-ini-faktanya

https://www.youtube.com/watch?v=3sWpb3DqN7Y

 

5. Keluar Rumah Tidak Memakai Masker Denda 5 Juta

Penjelasan :

Telah beredar pesan berantai di WhatsApp yang berisi informasi mengenai adanya sanksi tilang yang diberlakukan kepada masyarakat yang keluar rumah, khususnya pengendara motor ataupun mobil dan juga pejalan kaki yang tidak menggunakan masker. Sanksi tilang tersebut sudah berlaku dengan denda sebesar Rp. 5 juta atau penjara selama 2 minggu.

Faktanya, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah melalui akun Instagram @humaspoldakalteng menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kepolisian Negara Republik Indonesia tidak pernah mengeluarkan kebijakan semacam itu dan peraturan tersebut tidak ada dalam UU Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter:

https://www.suara.com/news/2020/05/06/082927/cek-fakta-berkendara-tak-pakai-masker-didenda-rp-5-juta

https://sumsel.antaranews.com/nasional/berita/1469175/cek-fakta-pengendara-kendaraan-bermotor-didenda-rp5-juta-jika-tidak-pakai-masker

 

6. Informasi Pembagian Masker Dicampur Bius

Penjelasan :

Sebuah pesan berantai yang berisi imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati saat menerima masker karena terdapat obat bius di dalamnya tersebar luas melalui aplikasi WhatsApp.

Faktanya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus melalui media indozone.id pada Rabu 06 Mei 2020, telah mengkonfirmasi bahwa informasi dalam pesan berantai tersebut adalah hoaks alias tidak benar.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter:

https://www.indozone.id/news/r8sxV5/viral-pesan-berantai-berisi-pembagian-masker-dicampur-bius-polisi-hoaks/read-all

 

7. Jika TKA China Ditolak Masuk Ke Indonesia, Internet Indonesia Akan Diblokir

Penjelasan :

Telah beredar postingan di media sosial yang berisi narasi “Rejim katak tidak berkutik menghadapi impor ratusan TKA china | Beijing china ancam blokir satelit internet Indonesia jika istana berani tolak TKA china | ancaman Partai Komunis China sangat serius sampai mematikan jaringan internet seluruh Indonesia | *infovalid”.

Faktanya, klaim yang disebutkan dalam postingan tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari laman situs Turnbackhoax.id, Tiongkok tidak berwenang mematikan atau memblokir akses internet di Indonesia. Kewenangan pemblokiran akses internet diatur di dalam Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya di pasal 40 ayat (2a) dan (2b).

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/8KyXz86k-jika-tka-tiongkok-ditolak-masuk-indonesia-internet-akan-diblokir-ini-fakt

 

8. Tiga Warga Jombang Jadi Korban Gendam Sales Obat

Penjelasan :

Beredar sebuah pesan berantai di media sosial WhatsApp di kalangan masyarakat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pesan berisi tentang adanya modus penipuan yang dilakukan oleh dua orang perempuan berjilbab di wilayah Kecamatan Jogoroto. Mereka datang sebagai sales obat. Untuk memperdayai calon korbannya, sales tersebut juga disebut menggunakan ilmu gendam.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Jogoroto, AKP Bambang Setyo Budi menegaskan, bahwa pesan berantai dan kabar peristiwa penipuan di Jogoroto ini tidak benar alias Hoaks. Dia juga menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai berita yang beredar di media sosial tanpa menelusuri kebenarannya terlebih dahulu.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter :

Beredar Kabar Tiga Warga Jombang Jadi Korban Gendam Sales Obat, Polisi Pastikan Hoaks

https://turnbackhoax.id/2020/05/02/salah-warga-jombang-jadi-korban-modus-penipuan-ilmu-gendam/

 

9. Kuota Gratis dari Pemerintah sebagai Insentif saat Pandemi Covid-19

Penjelasan :

Beredar kembali sebuah pesan berantai dengan narasi yang menyebutkan adanya pembagian kuota gratis dari Pemerintah  sebagai insentif di massa Pandemi Covid-19 dan pada narasi pesan tersebut dicantumkan juga sebuah situs yang diklaim sebagai petunjuk juga syarat mendapatkan kuota 10Gb secara gratis.

Faktanya, informasi dalam pesan tersebut adalah tidak benar dan bukan berasal dari sumber kredibel. Saat ini pemberian kuota gratis dari Pemerintah adalah berupa kerja sama dengan operator telekomunikasi dengan memberikan layanan internet gratis melalui platform dunia pendidikan dan bukan seperti narasi pada pesan berantai tersebut.

Diimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima pesan berantai seperti ini, dikarenakan cara tersebut biasa jadi merupakan tindak kejahatan berbasis Internet.

KATEGORI: HOAKS

Link Counter:

https://www.kominfo.go.id/content/detail/25766/hoaks-link-pemerintah-berikan-internet-gratis/0/laporan_isu_hoaks

https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/11/200100765/hati-hati-jangan-klik-link-pemerintah-berikan-internet-gratis-yang-menyebar

https://www.instagram.com/p/B_vXyWoH0Z2/?igshid=eqcv88tsq82b

 

10. Video Prosedur Pengangkatan Dahak Pasien Covid-19 dengan Ventilator

Penjelasan :

Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang  memperlihatkan seorang pasien sedang dalam perawatan medis. Tenggorokan pasien tersebut dibuatkan lubang kemudian dimasukan selang. Pengunggah dalam narasinya mengklaim peristiwa dalam video tersebut merupakan langkah-langkah atau prosedur pengangkatan dahak pasien Covid-19 dengan ventilator.

Faktanya, dikutip dari liputan6.com klaim bahwa video tersebut merupakan prosedur pengangkatan dahak pasien Covid-19 adalah tidak benar. Penanganan pasien dalam video itu merupakan operasi membuat lubang saluran udara untuk menangani pasien gagal napas, bukan untuk mengangkat dahak atau lendir dari paru-paru.

Direktur Konsultan Pusat verifikasi Departemen Mikrobiologi dan Penyakit Menular, Universitas Kedokteran Tiongkok, Profesor Lu Minji menjelaskan bahwa dalam video tersebut dokter menyayat leher pasien dengan membuat lubang untuk memperluas saluran napas sehingga mempermudah pernapasan.

KATEGORI: DISINFORMASI

Link Counter :

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4242819/cek-fakta-video-ini-bukan-prosedur-pengangkatan-dahak-pasien-Covid-19-dengan-ventilator?

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.