Salah Kaprah Penggunaan Antibiotik

Yovie Wicaksono - 8 December 2023
Ilustrasi. Foto : (SHUTTERSTOCK/ESB Professional)

SR, Surabaya – Antibiotik yang memiliki mekanisme memperlambat pertumbuhan atau membunuh bakteri penyebab infeksi, menjadi salah satu obat yang dikonsumsi saat mengalami sakit.

Sampai saat ini, sering dijumpai berbagai kesalahpahaman umum mengenai jenis penyakit yang memerlukan penggunaan antibiotik dalam proses penyembuhannya. Hingga penyakit akibat virus seperti flu dan batuk pun diobati dengan mengkonsumsi antibiotik.

“Saya menggunakan antibiotik ketika mengalami flu, batuk, demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, diare dan gejala penyakit lainnya,” ujar Endang, salah satu warga Kota Surabaya.

Selain itu, pengetahuan umum mengenai hubungan antara harga dan kualitas antibiotik berkembang mempengaruhi pola pikir masyarakat.

“Menurut saya semakin mahal antibiotik maka kualitasnya akan semakin baik,” kata Iva, warga kota Surabaya lainnya.

Iva menambahkan, berdasarkan yang diketahuinya, dalam penggunaan antibiotik terdapat sejumlah aturan pemakaian yang harus diperhatikan. Paling populer adalah anjuran untuk mengkonsumsi antibiotik secara teratur dan sesuai waktu yang telah ditentukan.

“Antibiotik harus diminum sampai habis agar bisa membunuh bakteri secara maksimal dan menyeluruh,” sambung Iva.

Warga kota Surabaya yang lain,Churin berpendapat tidak harus mengkonsumsi antibiotik sampai habis. “Ketika gejala sudah hilang maka penggunaan antibiotik saya hentikan, tidak harus habis,” katanya.

Tampilkan Semua

Tags:

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.