Hari Kedua Lebaran, Sejumlah Kendaraan Terjaring Penyekatan di Bundaran Waru

Yovie Wicaksono - 14 May 2021
Hari Kedua Lebaran, Sejumlah Kendaraan Terjaring Penyekatan di Bundaran Waru. Foto : (Super Radio/Hamidia Kurnia)

SR, Surabaya – Sejumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat terjaring operasi polisi di pos penyekatan mudik Bundaran Waru Cito, Jumat (14/5/2021) sore.

Puluhan kendaraan non plat nomor Surabaya (L) dan Sidoarjo (W) yang diberhentikan, beberapa diantaranya diminta putar balik karena tidak dapat menunjukkan surat-surat penunjang.

“Kalau ramainya awal-awal ramai tapi hari ini sudah berkurang dari yang kemarin-kemarin. Hari ini tadi saya berdiri hanya 2 mobil yang diputar balik, kalau sepeda motor dari pagi hingga sore ini sudah sekira 20 yang diputar balik, plat nomor nya juga dari beberapa daerah, ada plat S, N, A, B, dan P,” ujar Perwira Pengawas Pos Pengamanan (Pospam) Cito Gayungan, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Wasis saat ditemui Super Radio.

Wasis menambahkan, terkait pemasangan stiker dan rapid test akan digelar secara acak oleh pihak lalu lintas Polrestabes di pos tengah perbatasan kota.

“Pemasangan stiker dilakukan oleh pihak lalu lintas Polrestabes, nanti diberikan di batas kota, rapid test juga nanti di random baik roda dua maupun roda empat yang mencurigakan di pos tengah batas kota dari Polrestabes. Disana sudah ada dokter dari Puskesmas jadi angkutan umum diperiksa disana,” jelasnya.

Wasis mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan dan tidak mudik demi keselamatan diri sendiri dan orang-orang yang disayangi.

“Selamat Idulfitri mohon maaf lahir batin. Tolong tetap patuhi aturan pemerintah, jangan mudik karena akan menambah suatu beban dari dia sendiri, jaga kesehatan, keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan kita, jangan sampai pulang dari luar kota masuk lingkungan kita semuanya malah terkontaminasi Covid-19,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.