Aneka Inovasi Unesa Mendidik Disabilitas Diakui Malaysia
SR, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali mencetak prestasi di tingkat Internasional melalui Pusat Unggulan Iptek Disabilitas (PUID). Inovasi mereka mendapat penghargaan dalam ajang Innovation for Disability Inclusive Education Competition (IDIEC) 2025 di Malaysia.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pembangunan Wanita dan Komuniti Sarawak. Penyerahan dilakukan kepada Kasubdit PUID Unesa, Budiyanto, di hadapan peserta dari empat negara.
Ajang bertajuk Innovation for Disability Inclusive Education Competition (IDIEC) itu dihadiri perwakilan dari Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Korea Selatan. Forum ini menjadi wadah kolaborasi, apresiasi, dan pertukaran gagasan pendidikan inklusif.
Budiyanto menyebut penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi dan karya nyata PUID Unesa. Inovasi tersebut telah tersebar ke sejumlah negara ASEAN dan mendapat sambutan positif.
“Beberapa inovasi unggulan antara lain Jobdis, Fun Big Book, dan Quranic Recitation Virtual Reality (QVR). Produk-produk itu didesain untuk meningkatkan akses pendidikan dan pengembangan diri penyandang disabilitas,” ucapnya, Kamis (31/7/2025).
Jobdis adalah platform yang menghubungkan penyandang disabilitas dengan dunia kerja sesuai minat dan potensi. Platform ini juga memberi pendampingan untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Fun Big Book merupakan media belajar interaktif untuk anak berkebutuhan khusus agar lebih mudah memahami pelajaran. Desainnya dibuat menarik dan mudah digunakan bersama guru dan orang tua.
Sedangkan QVR ialah teknologi bantu pembelajaran Al-Qur’an untuk penyandang tunarungu dan tunawicara. Fitur utamanya termasuk gerakan wudhu, bacaan salat, dan interaksi dalam bentuk animasi.
Budiyanto menyampaikan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memperkuat pendidikan inklusif. “Unesa berkomitmen menjadi pelopor solusi pendidikan untuk penyandang disabilitas, baik nasional maupun global,” ujarnya. (*/rri/red)
Tags: malaysia, pendidikan disabilitas, Unesa
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





