Gunung Bromo dan Semeru ditutup saat Libur Lebaran

Yovie Wicaksono - 12 May 2021
Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru, saat Gunung Bromo mengeluarkan asap 2016 yang lalu (foto : Superradio/Srilambang)

SR, Malang – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) melakukan penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo dan pendakian Gunung Semeru pada masa libur Lebaran 2021.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Novita Kusuma Wardani mengatakan penutupan kegiatan wisata di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru tersebut berlangsung pada 13-23 Mei 2021.

“Kegiatan wisata di TNBTS, baik kunjungan wisata Gunung Bromo maupun pendakian Gunung Semeru ditutup sementara pada 13-23 Mei 2021,” kata Novita, seperti dikutip dari Antara.

Penutupan wisata Gunung Bromo dan Semeru tersebut, telah memperhatikan addendum Surat Edaran Gugus Tugas COVID-19 Nomor 13 tahun 2021, Surat Edaran Bupati Probolinggo, dan Surat Edaran Bupati Lumajang.

Penutupan juga mempertimbangkan Telegram Kapolri Nomor STR/336/IV/PAM.3.2/2021, dan peta rujukan sebaran COVID-19 Jawa Timur per 10 Mei 2021.

Novita menambahkan, penutupan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari aktivitas wisata pada 13-23 Mei 2021 merupakan salah satu upaya mengendalikan potensi peningkatan, dan memutus mata rantai penyebaran COVID-19, pada masa libur Lebaran.

“Penutupan ini, merupakan ikhtiar dalam upaya mengendalikan potensi peningkatan, dan atau memutus mata rantai penyebaran COVID-19, pada masa libur Lebaran,” kata Novita.

Bagi para pengunjung yang telah melakukan pendaftaran secara daring untuk keberangkatan pada periode 13-23 Mei 2021 tersebut dapat mengajukan perubahan jadwal pada saat wisata Gunung Bromo dan pendakian Semeru kembali dibuka.

Pada libur Lebaran 2021 di tengah pandemi seperti saat ini, pemerintah melarang adanya aktivitas mudik dalam upaya untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19. Masa pelarangan mudik dilakukan mulai 6-17 Mei 2021.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperketat pergerakan masyarakat sebelum masa pelarangan mudik tersebut. Pengetatan dilakukan mulai H-14 sebelum masa pelarangan mudik dan H+7 usai masa pelarangan tersebut. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.