Dapur Asrama Haji Surabaya Sajikan 1.900 Porsi Menu Nusantara Setiap Hari
SR, Surabaya – Memasuki musim haji 2026, kesibukan luar biasa terlihat di dapur Asrama Haji Embarkasi Surabaya Sukolilo. Sebagai jantung pelayanan konsumsi bagi ribuan jemaah calon haji, dapur ini beroperasi hampir 24 jam penuh untuk memastikan ketersediaan makanan yang higienis, bergizi, dan sesuai selera Nusantara.
Dengan standar kesehatan yang ketat, seluruh petugas dapur diwajibkan menjalani pemeriksaan kesehatan berkala oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya guna menjamin keamanan pangan bagi para tamu Allah.
Nur Maulana, penanggung jawab dapur di Embarkasi Sukolilo, menjelaskan bahwa timnya telah menambah personel untuk mengimbangi beban kerja tahun ini yang mencapai lima kloter per hari.
“Kami menambah personel dari tahun sebelumnya untuk melayani kebutuhan makan pagi, siang, dan malam. Jika dalam satu kloter ada 380 jemaah, maka dengan 5 kloter, kami melayani sekitar 1.900 porsi per harinya,” jelas Nur

Ritme memasak dimulai sejak dini hari pukul 01.00 WIB agar sarapan siap disajikan pada pukul 06.00 WIB. Menu yang dihadirkan tahun ini tetap mengedepankan cita rasa lokal Jawa Timuran agar jemaah merasa nyaman dan terjaga nafsu makannya.
“Untuk menu, kami menyesuaikan dengan asal jemaah yang mayoritas dari Jawa Timur. Kami menyuguhkan sayur asem, sayur bening bayam, sup, hingga soto ayam,” tambah Nur Maulana.
Ia juga memastikan bahwa seluruh standar gizi dan kalori telah ditentukan secara ketat oleh otoritas pusat untuk menjaga stamina jemaah sebelum terbang ke Tanah Suci.
Perhatian khusus diberikan bagi jemaah kategori lansia melalui penyesuaian tekstur makanan tanpa mengurangi nilai gizinya. Nur Maulana memaparkan bahwa menu lansia memiliki komposisi protein yang sama, namun diolah agar lebih mudah dikonsumsi.
“Untuk lansia, nasinya kami buat nasi tim atau bubur. Dagingnya dicincang halus atau digiling, sementara ayam disajikan dalam bentuk suwir. Bumbu penyedap juga kami kurangi agar lebih ramah bagi kondisi kesehatan mereka,” tuturnya detail.
Hal senada disampaikan oleh pihak Humas yang menyatakan bahwa inovasi layanan tahun ini, termasuk sistem One Stop Service, bertujuan mempercepat proses penerimaan jemaah sehingga mereka bisa segera beristirahat dan menikmati fasilitas yang tersedia.
Fikri, selaku Humas, dalam keterangannya menekankan bahwa kesiapan sarana pendukung seperti ruang makan yang mampu menampung hingga 450 orang menjadi kunci kelancaran operasional.
“Fokus kami adalah memberikan pengalaman awal yang baik bagi jemaah melalui akomodasi dan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk aula penerimaan dan ketersediaan air bersih di area ruang makan,” ujarnya senada dengan laporan renovasi fasilitas yang dilakukan untuk menyambut musim haji 1447 H/2026 M.

Kepuasan atas layanan dapur ini dirasakan langsung oleh para jemaah asal Madiun yang baru saja menyelesaikan sesi makan siang mereka. Anto, salah satu jemaah, menyatakan bahwa makanan yang disediakan sangat layak dan membantu menjaga kondisi fisiknya.
“Alhamdulillah, makanannya lumayan enak ya, cocok untuk segala usia,” ungkapnya singkat saat ditemui bersama rombongan. Hal senada disampaikan oleh Ibu Mei, jemaah lainnya dari Madiun, yang menilai pelayanan di asrama secara keseluruhan sudah cukup baik dan ramah.
Dengan koordinasi antara tim dapur pimpinan Nur Maulana, pengawasan ketat dari otoritas kesehatan, dan dukungan fasilitas dari manajemen asrama, Embarkasi Surabaya optimis dapat memberikan pelayanan terbaik hingga kloter terakhir diberangkatkan.
“Insyaallah, dengan gizi yang terjaga dan menu yang sesuai selera, jemaah bisa berangkat dalam kondisi sehat dan siap menjalankan ibadah di Tanah Suci,” pungkas Nur Maulana menutup penjelasannya.(js/red)
Tags: dapur asrama haji, menu nusantara, superradio.id, surabaya
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





