Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian  Gelar Apel Ternak

Yovie Wicaksono - 31 July 2019
Apel ternak di lingkungan Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Rabu (31/7/2019). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Mendekati Hari Raya Idul Adha 2019, sebanyak 105 ekor sapi didatangkan ke Kota Kediri untuk apel ternak yang digelar tiap tahun. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan produksi hewan ternak khususnya sapi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Kediri, Enny Endarjati mengatakan, tujuan dilaksanakanya program ini untuk meningkatkan produksi ternak. Hal ini, perlu dilakukan mengingat wilayah demografis Kota Kediri tidak begitu besar dan luas lahannya sangat terbatas.

“Meskipun lahannya sedikit, kita perlu meningkatkan produksi ternak,” ujarnya pada Rabu (31/7/2019).

Disamping secara rutin menggelar apel ternak tahunan, upaya lain yang dilakukan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian adalah mendorong pelaksanaan program dari Pemerintah Pusat yakni upaya khusus bagi sapi induk betina wajib bunting. Program dari Pemerintah pusat ini sudah ditindaklanjuti oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sejak 2017.

“Upaya khusus untuk sapi induk betina yang wajib bunting, dan alhamdulillah  ini sudah ditindaklanjuti sejak tahun 2017, setiap tahunya di Pemerintah Kota Kediri melalui apel ternak,” imbuhnya.

Saat ini, jumlah populasi sapi di wilayah Kota Kediri secara keseluruhan berjumlah 3600 ekor yang tersebar di tiga wilayah kecamatan, dengan rincian Kecamatan Pesantren 2000 ekor sapi, Kota Kediri 600 ekor sapi dan Kecamatan Mojoroto 1000 ekor sapi.

Pelaksanaan apel ternak ini dilakukan di lingkungan Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dikarenakan jumlah populasi sapi di kecamatan ini jumlahnya lebih besar dibanding dua kecamatan lainnya.

Pemerintah Kota Kediri mengklaim jika hasil produksi daging sapi yang didistribusikan ke pasaran saat ini sangat bagus kualitasnya. Hewan ternak jenis sapi yang terjangkit penyakit sudah dilakukan penanganan pengobatan di klinik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Ratusan sapi yang didatangkan ini semuanya dinyatakan sehat kecuali satu ekor sapi yang diketahui terjangkit penyakit mata, namun hal itu tidak mempengaruhi kondisi kesehatannya secara signifikan.

Kegiatan apel ternak ini diisi dengan pemberian suntik pencegahan penyakit hewan, suntik vitamin, serta  inseminasi atau kawin suntik.

Dari ratusan hewan ternak sapi yang didatangkan, pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, memilih tujuh  ekor sapi jantan dan betina yang dinyatakan lolos klasifikasi kesehatan. Dari tujuh ekor sapi tadi kemudian, dipilih kembali dua ekor  sapi yang dinyatakan memenuhi kriteria hewan sehat dan pemenangnya berhak membawa pulang doorprize dua ekor kambing.

“Sesuai performance, organ-organ produksi juga kita periksa. Selain itu kalau tadi ada beberapa nominasi termasuk kalau yang jantan kita periksa giginya atau umurnya sudah poel atau belum. Kalau syarat untuk korban usianya dua tahun. Itu ditunjukkan dengan  poelnya dari gigi bawah sapi,” ujar Kasi Kesehatan Masyarakat (Kesmavet) Pengolahan dan Pemasaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dokter hewan Pujiono. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.