Gresik Bentuk Warga Peduli AIDS di Tiap Kecamatan

Rudy Hartono - 7 October 2026
Wabup Gresik dr Asluchul Alif (Tengah) saat membuka sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) di tingkat kecamatan se-Kabupaten Gresik yang diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik di Ruang Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik, Selasa (6/10/2026).

SR, Gresik – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik, Jawa Timur menggelar Sosialisasi HIV/AIDS dan Pengenalan Warga Peduli AIDS (WPA) di tingkat kecamatan untuk memperkuat penanganan kasus sejak dini.

Acara resmi yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif itu berlangsung di Ruang Retno Suwari, Kantor Bupati Gresik, Jawa Timur pada Selasa (6/10/2026).

Puluhan Ketua Tim Penggerak PKK dari 16 kecamatan se-Kabupaten Gresik, Jawa Timur hadir untuk meningkatkan pemahaman serta peran aktif masyarakat dalam menanggulangi penularan virus itu.

Wabup Asluchul Alif menggarisbawahi bahwa penanganan penderita HIV/AIDS memerlukan sinergi menyeluruh dari pemerintah, keluarga, hingga lingkungan sosial.

Alif mengimbau masyarakat untuk memberikan hak hidup sehat dan layanan kesehatan tanpa pandangan diskriminatif.

“Perlu diketahui, yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan dukungan kepada masyarakat yang hidup dengan HIV/AIDS agar mereka tetap mendapatkan hak untuk hidup sehat, mendapatkan layanan kesehatan, dan menjalani kehidupan secara baik, dukungan itu harus diberikan dengan cara yang tepat, tanpa memberikan stigma maupun perlakuan diskriminatif,” kata Alif pada Selasa (6/10/2026).

Pemilik RS Fathma Medika itu menilai stigma buruk justru membuat para penderita enggan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. “Jangan memberikan stigma negatif kepada orang dengan HIV/AIDS, mari kita bangun lingkungan yang lebih peduli, sehingga upaya penanggulangan HIV/AIDS dari tingkat paling dasar dapat berjalan dengan baik,” tutur Wabup Alif.

Penguatan Kolaborasi dan Peran Warga Peduli AIDS

Pria asal Sembayat, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur itu turut mengajak semua pihak untuk memasifkan edukasi yang benar agar tidak memicu kerancuan informasi di tengah warga.

“Kolaborasi dan koordinasi harus terus kita perkuat, informasi mengenai HIV/AIDS harus disampaikan secara benar dan mudah dipahami masyarakat, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan bersama dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Gresik, Nur Chakim menegaskan momentum itu bertujuan menyamakan persepsi seluruh elemen daerah.

“Pada kegiatan ini kita berkumpul untuk menyamakan persepsi dan menyatukan visi, bagaimana kita bersama-sama menangani kasus HIV/AIDS di Kabupaten Gresik, penanggulangan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan dan kepedulian dari berbagai unsur di masyarakat,” jelas Nur Chakim.

Ia menambahkan program WPA diharapkan mampu mencetak kader yang aktif menyebarkan informasi pencegahan penyakit itu di wilayah masing-masing.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari salah satu program yang ada di KPA yakni Warga Peduli AIDS, kami berharap para peserta dapat menjadi bagian dari penyebarluasan informasi yang benar tentang HIV/AIDS,” tambahnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis pencegahan penularan oleh Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dr. Puspita Wardani. (*/red)

 

 

 

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.