Giat Gropyokan Hama Tikus

Yovie Wicaksono - 24 January 2020
Giat gropyokan (pembasmian) hama tikus di area persawahan Desa Paron Kamis (23/1/2020). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Guna mencegah meluasnya serangan hama tikus pada saat musim tanam padi, sebanyak 50 petani di Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, beserta petugas penyuluh lapangan pertanian menggelar giat gropyokan (pembasmian) hama tikus, Kamis (23/1/2020).

Secara beramai-ramai petugas  penyuluh lapangan beserta dengan petani turun langsung ke persawahan mencari rumah lubang tikus. Begitu ditemukan lubang tikus, petugas penyuluh lapangan pertanian langsung melakukan pengasapan. 

Di dalam lubang  tersebut disemprot asap berbahan solar dan belerang. Disamping penyemprotan, petugas juga menaruh mercon asap di dalam lubang. Petugas meyakini jika hama tikus buruannya ini sedang bersembunyi di dalam. 

Petugas penyuluh lapangan pertanian Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Yayuk Anisa mengatakan, kegiatan gropyokan hama tikus yang difokuskan di area persawahan Desa Paron ini selain menggunakan metode pengasapan, juga melepas enam ekor burung hantu jenis pemangsa.

“Hal ini  dimaksudkan agar keberadaan burung hantu ini nantinya bisa memangsa hama tikus yang kerap merusak tanaman padi maupun jagung,” ujarnya.

Yayuk mengatakan, hama tikus tergolong kategori binatang yang memiliki kelahiran tinggi. Jika dibiarkan dan tidak ada penanganan secepatnya jumlah mereka akan terus bertambah.

“Ini kan mulai tanam padi, petani sudah memberi laporan bahwa tikus ini sudah mulai menyerang. Ini sebenarnya belum separah wilayah lain, masih dibawah 5 persen lah untuk serangan. Hanya kita antisipasi, memang perkembangan tikus ini sangat cepat. Jadi satu ekor bisa melahirkan 6 sampai 8 ekor. Kemudian dia saat berusia 21 hari sudah bisa berkembang biak pisah dengan induknya, jadi perlu kita antisipasi dari awal,” katanya.

Pada umumnya hama tikus menyerang tanaman jenis padi, namun tidak menutup kemungkinan juga merusak tanaman jenis lainnya semacam jagung, maupun tanaman cabai dilingkungan sekitar area persawahan. 

“Jadi tikus ini memang jenis binatang pengerat, apa saja yang ada dirusak. Istilahnya perusak, jadi sudah sekitar satu bulan serangan sudah ada. Mulai tanam padi kan satu bulan ini di awal penghujan,” katanya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.