Hasil Mediasi Wali Kota: Sekolah Petra Tak Perlu Lagi Bayar Iuran Keamanan

Rudy Hartono - 6 August 2024
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (kanan) saat melakukan mediasi yang terjadi antara sekolah Petra dengan warga di Perumahan Tompotika, Manyar Surabaya setelah sebelumnya sempat viral di media sosial. (foto:antara)

SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Eri Cahyadi, Senin (5/8/2024) memediasi polemik yang terjadi antara sekolah Petra dengan warga di Perumahan Tompotika, Manyar Surabaya setelah sebelumnya sempat viral di media sosial.

Ia melakukan pendekatan komprehensif terkait polemik antara Yayasan Perhimpunan Pengajaran Pendidikan Kristen (PPPK) Petra dengan warga RW IV, RW V, dan RW VII Manyar, Surabaya yang viral di media sosial beberapa waktu lalu. Ia menyimpulkan polemik lebih karena kesalahpahaman.

Para pihak, kata Eri, telah menyepakati bahwa Petra tidak perlu lagi membayar iuran keamanan, namun bertanggungjawab  membantu pengaturan lalu-lintas dan keamanan setempat. Selain itu membantu membersihkan enceng gondok yang ada di sungai setempat.

“Nanti sekuriti Petra juga menjaga di delapan pintu perumahan itu untuk mengatur kemacetannya, kami akan bergerak bersama. Karena warga ini sejatinya meminta jangan macet, udara bersih, dan eceng gondoknya dibersihkan, karena perumahan ini kan lingkungannya Petra juga,” katanya.

Ia mengatakan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya juga melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk mengatur pembedaan jam masuk-pulang antara SMP dan SMA Petra agar lalu lintas lancar.

Ketua RW IV Kelurahan Menur Pumpungan, Lili Aldjufri Hasan, mengaku ingin polemik tersebut selesai dengan solusi. “Kami ingin yang terbaik, ingin secara kekeluargaan. Kami tidak pernah menerima uang satu bulan Rp140 juta,” ucapnya.

Wakil Direktur Sarana dan Prasarana (Sarpras) Yayasan PPPK Petra, Robertus Prananta, menyepakati hasil pertemuan itu. Untuk selanjutnya  Yayasan PPPK Petra akan melakukan kerja sama dalam hal pengamanan lalu lintas, dan perbaikan fasilitas umum.

“Jadi tidak ada iuran, sehingga kami akan melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) di Perumahan Tompotika. Karena nanti kami juga bersama pemkot melalui Dishub Surabaya dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya untuk mengatur lalu lintasnya dan bozem yang berada di Tompotika,” janjinya. (*/ant/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.