Gaet Suara Milenial, Dito Gunakan Pendekatan Budaya

Yovie Wicaksono - 7 November 2020
Calon Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramono saat membatik. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Calon Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramono memiliki cara jitu untuk menggaet suara kalangan milenial, yakni melalui pendekatan budaya.

Pria yang akrab disapa Dito ini menggelar acara Sarasehan Budaya Panji pada Jumat (6/11/2020), yang dihadiri oleh guru seni dan OSIS Kabupaten dan SMK di Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Dalam kesempatan itu, pemuda berusia 28 tahun ini berpesan agar generasi milenial tidak melupakan tradisi budaya warisan leluhur yang sudah ada saat ini.

“Generasi milenial ini supaya mereka sadar, tidak melulu melestarikan budaya barat. Mereka harus sadar bahwa Kabupaten Kediri bisa berdiri seperti ini karena budayanya yang begitu kuat,” papar pemuda yang identik memakai kaos oblong saat berkampanye ini.

Ia mencontohkan budaya asli Kabupaten Kediri yang saat ini masih eksis tak tergerus oleh zaman, diantaranya Wayang Krucil dan Wayang Gedeg.

Untuk melestarikan warisan nenek moyang ini, sekarang yang ia lakukan adalah menginventaris satu persatu untuk memilih peninggalan budaya asli khas Kabupaten Kediri. Bahkan jika ia terpilih nanti, ia merasa tidak keberatan jika halaman depan  luar kantor Kabupaten Kediri nantinya dijadikan ajang kreasi oleh para seniman.

“Saya rasa kalau diadakan pergelaran seni satu bulan sekali tidak masalah,” ujarnya.

Bahkan, ia memiliki wacana untuk membangun gedung kesenian yang lokasinya berdekatan dengan museum.

“Jadi nanti rencananya kita akan bangun gedung kesenian yang rencananya berdekatan dengan museum. Nah ini museum sedang kita pikirkan konsepnya apakah itu menceritakan seluruh kesenian dan sejarah Kabupaten Kediri atau menjelaskan bagaimana sejarahnya dulu, Sri Aji Joyoboyo antara kedua itu yang kita matangkan,” kata Dito.

Sekedar informasi, selain Sarasehan Budaya Panji, di sela-sela kegiatan tersebut, Dito juga memberikan edukasi tentang tata cara mencoblos yang benar kepada generasi milenial. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.