Dua Kakak Beradik Surabaya Ini Mengukir Prestasi Internasional
SR, Surabaya- Keluar dari zona nyaman dan saling melengkapi menjadi kunci utama bagi pasangan kakak beradik, Faira Kania Azzahra (Kania) dan Aisyah Ayudia Inara (Inara), dalam mengukir deretan prestasi gemilang.
Meski kini dikenal sebagai remaja produktif, Kania yang lahir di Surabaya pada 4 April 2012 ini mengaku perjalanannya dimulai dari rasa kagum terhadap sang adik. Siswi kelas VIII SMP Negeri 43 Surabaya yang dulunya sangat pemalu ini saat SD ini akhirnya terinspirasi untuk mendobrak rasa tidak percayanya setelah melihat Inara begitu aktif meraih berbagai penghargaan sejak bangku dasar.
Perbedaan karakter justru menjadi kekuatan unik bagi mereka. Inara, siswi kelas VII SMP Negeri 3 Surabaya yang lahir pada 15 Desember 2013, merupakan sosok yang sangat menyukai public speaking dan merasa jauh lebih nyaman tampil di depan layar.
Pengalaman organisasinya pun sudah terasah sejak kelas 4 di SD Kreatif Muhammadiyah 20 Surabaya melalui Palang Merah Remaja (PMR). Sebaliknya, Kania lebih memilih berperan di balik layar melalui hobi editing dan sinematografi.
Perpaduan ini terbukti ampuh, di mana Kania berhasil menyabet Juara 2 Konten Motivasi se-Kota Surabaya, sementara keduanya secara kompak meraih Gold Medal di ajang internasional Canada International Invention Innovation Competition (iCAN).
Suasana di studio Super Radio semakin hangat saat keduanya berbagi cerita tentang cara menghadapi titik jenuh. Kania memandang bahwa merasa lelah adalah hal yang sangat manusiawi, sehingga ia kerap melakukan self-healing dengan menonton film untuk menyegarkan pikiran.
Di sisi lain, Inara sempat berbagi pengalaman unik saat ia beristirahat terlalu lama hingga merasa bosan karena tidak produktif. Untuk mengatur jadwal yang padat, siswi-siswi yang berdomisili di Jalan Dukuh Kupang Surabaya ini mengandalkan to-do list mingguan guna menentukan prioritas antara kompetisi, organisasi, dan kewajiban sekolah.
Ketangguhan mental kakak beradik ini juga terlihat dari besarnya komitmen mereka pada dunia kemanusiaan. Baik Kania maupun Inara memiliki ambisi yang sama untuk menjadi bagian dari Kontingen PMI Kota Surabaya dalam Jumbara Provinsi Jawa Timur 2025.
Bagi Kania, keterlibatan di PMR adalah jalan untuk menegakkan prinsip-prinsip palang merah, sedangkan bagi Inara, ajang tersebut adalah kesempatan untuk berbagi inspirasi dan membangun solidaritas melalui kemampuan komunikasinya.
Sebagai penutup dalam sesi talkshow, Inara berpesan kepada generasi muda untuk berani mencoba tanpa perlu rasa takut yang berlebihan. “Jangan jadi kaum ‘mending-mending‘, pokoknya harus cobain dulu karena kesempatan tidak datang dua kali,” tegas Inara.
Senada dengan adiknya, Kania mengingatkan agar siapapun yang memiliki impian tidak menunda-nunda langkah mereka. Menurutnya, setiap orang harus berani mencoba berbagai jalan hingga menemukan mana yang paling mereka cintai untuk ditekuni. (dv/red)
Tags: faira, inara, prestasi internasional, superradio.id, talkshow
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





