Dua Incumbent dan Pendatang Baru Lolos DPD RI

Yovie Wicaksono - 12 March 2024

SR, Surabaya – Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi yang sudah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Senin (11/3/2024), AA. Ahmad Nawardi incumbent anggota DPD RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur dipastikan akan terpilih kembali bersama LaNyalla Mahmud Mattalitti icumbent yang juga saat ini masih menjabat ketua DPDRI, hasil Pemilu 2024 ini.

Nawardi dan LaNyalla akan di dampingi dua pendatang baru sebagai anggota DPD RI Dapil Jatim, yakni Lia Istifhana dan Kondang Kusumaning Ayu, calon DPD no urut 10 yang cukup fenomenal, karena fotonya di surat suara yang tampak eye catching membuat banyak pemilih mencoblosnya.

Berdasarkan rekapitulasi tingkat kabupaten/kota yang dilakukan, AA Nawardi yang juga mantan anggota DPRD Jatim dari PKB mendapatkan dukungan sebanyak 3,28 juta suara dan menjadi peraih suara terbanyak.

Disusul La Nyalla dengan capaian 3,13 juta suara. Lalu Lia Istifhama yang merupakan keponakan dari mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meraup sebanyak 2,74 juta suara. Dan Kondang Kusumaning Ayu dengan 2,54 juta suara.

Menurut A. Qudus Salam, pengamat politik dan sosial kemasyarakatan, keterpilihan Nawardi dan La Nyalla terbilang tidak mengejutkan. Dalam survei jauh sebelum Pemilu 2024 pun keduanya berada di posisi teratas.

Sosok Nawardi, misalnya, mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu selama ini memang dikenal akrab dengan para kiai pesantren dan tokoh masyarakat.

‘’Beliau Nawardi memang santri. Anak-anaknya juga santri. Selain itu, sudah sangat lama berkecimpung di aktifitas pergerakan dan politik. Pernah menjadi anggota DPRD Jatim dan dua periode di DPD RI. Beliau juga kelahiran Madura. Jadi, sangat wajar mendulang suara tebal. Sebab, modal sosialnya sudah sangat kuat,’’ paparnya, Selasa (12/3/2024).

Justru, lanjut dia, terasa aneh kalau sampai Nawardi tidak banyak mendapatkan dukungan. “Sebaliknya, rasanya tidak rasional kalau tidak memiliki modal sosial besar, kemudian mendapat banyak suara,’’ sambung Qudus.

Demikian juga dengan La Nyalla. Mantan ketua Kadin Jatim itu dinilai sudah jauh lebih lama dikenal masyarakat. “Jadi, baik Pak Nawardi dan Pak Nyalla, keduanya memang memiliki kompetensi,’’ pungkasnya.

Kendati begitu, kepastian calon terpilih DPD RI dan kepastian angka raihan suara tersebut bukan hasil rekapitulasi resmi KPU Provinsi Jatim. Kepastiannya, tentu masih harus menunggu penetapan resmi KPU Pusat yang dijadwalkan paling akhir pada 20 Maret mendatang. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.