Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Yovie Wicaksono - 14 August 2020
Kepala BNPB, Doni Monardo, selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19. Foto: (Humas Setkab)

SR, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo telah mendaftarkan dirinya untuk menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19.

Kabar itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (13/8/2020).

“Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo telah mendaftarkan diri menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19,” ujar Wiku.

Wiku mengatakan, hal tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah, mendukung dan memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh rakyat Indonesia melalui program vaksinasi.

Langkah Doni Monardo spontan diikuti dua orang terdekatnya, yakni Egy Massadiah dan Kolonel Budi Irawan. Egy sehari-hari dikenal sebagai Staf Khusus Ka BNPB sekaligus Anggota Satgas Covid-19. Sementara Kolonel Budi lulusan Akmil 91 sehari-hari adalah Koorspri Ka BNPB.

“Kami sudah mendaftar secara online pada hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2020,” ujar Egy Massadiah.

Sebelumnya, ada juga nama-nama seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan yang telah mendaftar sebagai salah satu relawan.

Presiden Joko Widodo sendiri telah meninjau langsung fasilitas produksi vaksin milik BUMN PT Biofarma di Bandung, Jawa Barat pada Selasa (11/8/2020) lalu.

“Dan pemerintah sangat optimis mendukung pengembangan produksi vaksin,” ujar Presiden.

Saat ini, katanya, hadirnya vaksin Covid-19 di tengah-tengah masyarakat dunia sudah dinanti-nantikan. Pemerintah juga telah berupaya melakukan terobosan dalam penelitian vaksin.

Saat ini, setelah 4 bulan melawan pandemi Covid-19, dunia sudah memasuki penelitian uji klinis fase 3. “Dan kita semua berharap dengan penemuan vaksin, dapat melindungi seluruh masyarakat,” tandasnya.

Diketahui PT Biofarma memilih vaksin yang dikembangkan PT Sinovac Biotech Ltd dari China. Saat ini uji klinis sudah memasuki tahap 3, karena uji klinis tahap 1 dan 2 sudah dilakukan di negara China.

Jika vaksin itu berhasil terhadap 1.620 relawan uji klinis yang diselenggarakan di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, maka vaksin tersebut akan diproduksi massal di dalam negeri. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.