Doa Bersama Lintas Agama di Situs Ndalem Pojok

Yovie Wicaksono - 5 August 2021
Doa Bersama Lintas Agama di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, Rabu (4/8/2021). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Sejumlah pemuda dari lintas agama menggelar doa bersama di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Rabu (4/8/2021).

Latar belakang digelarnya doa bersama ini karena keprihatinan bersama akan dampak yang diakibatkan virus Corona yang menghantam hampir di semua sektor. Baik sosial, ekonomi, politik, ketahanan nasional, pendidikan bahkan hingga mental masyarakat.

Ketua panitia acara, Ari Hakim mengatakan, doa yang dilakukan dengan melibatkan sejumlah pemuda lintas agama ini merupakan cerminan bahwa Indonesia adalah bangsa yang percaya adanya Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, Indonesia adalah negara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Tuhan Yang Maha Kuasa itu Maha Berkat Maha Rahmat. Atas dasar kunci dan rahasia di dalam Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 inilah kami merasa kita perlu ‘melibatkan’ dalam urusan Corona ini. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan keyakinan masing-masing kita bersama-sama memohon agar masyarakat terbebas dari dampak Corona,” kata Ari.

Doa bersama ini pun digelar dengan konsep yang unik, dimana doa-doa yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai agama dan keyakinan masing-masing ini, bukan hanya seperti doa pada umumnya. Panitia telah merancang selain doa-doa berupa ucapan lesan ada juga mantra, pusaka, sesaji, aji-aji, ramuan, dan tembang. Bahkan ada doa dalam bentuk lagu, syair, puisi, tari-tarian, rajah dan lainnya.

Panitia memandang bahwa Indonesia harus berdamai dengan alam, berdamai dengan semua makhluk Tuhan.

“Termasuk kalau perlu ya berdamai dengan Corona. Demikian pesan para pemuka agama kepada kami. Jadi biarlah ada Corona asal tidak berdampak kan tidak ada masalah. Seperti virus influenza awal munculnya kan mengerikan lama kelamaan berdamai dengan badan jika flu tidak lagi menakutkan,” imbuh Kushartono, Ketua Situs Ndalem Pojok sekaligus tim penggagas doa bersama ini.

Kushartono mengatakan, doa ini hakikatnya adalah permohonan hamba yang lemah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Nah, permohonan yang berada di dalam jiwa ini kan bisa dilambangkan dengan macam-macam cara dan juga bisa menggunakan macam-macam sarana. Inilah kearifan bangsa Indonesia. Jadi kita juga ingin mengangkat kembali budaya luhur bangsa,” imbuh Kushartono.

Ia pun mengaku bangga akan kekayaan bangsa Indonesia, dimana para leluhur memiliki banyak cara dalam menghadapi pagebluk, termasuk corona.

“Baik secara dhohir maupun batin, tetap menjaga warisan leluhur dan taat protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Jika kita harus mengikuti kemajuan zaman tapi juga harus tetap berpegang teguh pada budaya luhur bangsa,” pungkasnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.