Disbudpar Jatim Perhatikan Revitalisasi Akar Budaya Dalam Desa Wisata

Yovie Wicaksono - 25 January 2020
Salah satu pedagang jajanan tradisional di Harmoni Wisata Kuliner, Desa Mangunrejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Surabaya – Desa wisata menjadi fokus pembangunan pariwisata, di Jawa Timur. Selain untuk mengangkat potensi desa sehingga mampu mensejahterakan masyarakat, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) juga fokus dalam memperhatikan revitalisasi akar budaya desa setempat.

“Hal tersebut sesuai dengan arahan dari gubernur dan kepala dinas. Jadi jangan sampai roh dari nilai-nilai tradisi lokal yang ada di desa tersebut itu mati,” ujar Kepala UPT Museum Mpu Tantular Disbudpar Jatim, Edi Irianto, Sabtu (24/1/2020).

Edi mengatakan, pihaknya ingin mengangkat dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar desa wisata bisa lebih merepresentasikan dan melestarikan tradisi maupun budaya lokal masyarakat setempat.

“Selain membangun kesejahteraan melalui desa wisata, tapi nilai-nilai adi luhung yang ada di masyarakat itu juga bisa dilestarikan. Kami dari Disbudpar juga sangat berkepentingan untuk merevitalisasi akar budaya di sana,” katanya.

Ia mengatakan, salah satu contoh yang telah dilakukan oleh Disbudpar Jatim adalah Sosialisasi Sadar Lestari yang dilakukan oleh bidang cagar budaya dan sejarah untuk mengedukasi masyarakat terkait pelestarian cagar budaya.

“Di beberapa daerah ditemukan situs. Nah situs itu memiliki sejarah, nilai-nilai yang ditinggalkan, apa yang bisa dipelajari dari situs itu, inilah yang di edukasikan oleh Disbudpar kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Disbudpar Jatim juga terus mendorong dan mendukung festival berbasis budaya daerah, sehingga mampu mendatangkan manfaat dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.