Disabilitas Ikut Bangun Ekonomi Desa Inklusif

Yovie Wicaksono - 30 May 2025
Kepala Dinas Sosial Jatim Dra. Restu Novi Widiani MM (tengah) bersama Founder GadisKu Edi Cahyono mengabadikan momen di depan stan pameran GadisKu di Pakasi 2025, Kamis (29/5/2025). (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Pembangunan desa mandiri yang digaungkan Pemerintah Provinsi Jatim terus dimasifkan. Seluruh bagian masyarakat pun dilibatkan, termasuk disabilitas.

Seperti yang tampak di gelaran Pameran Desa Kreasi (Pakasi) 2025 di lantai Ground Royal Plaza Surabaya, Kamis (29/5/2025). Disana Dinas Sosial melalui Galeri Disabilitas Kinasih dan UPT Dinas Sosial (GadisKU) Jawa Timur memamerkan berbagai produk. Mulai dari tas, pouch, hingga aneka sabun karya teman-teman disabilitas.

Tak hanya itu, menyambut Hari Lansia Nasional 2025, juga disediakan layanan pijat dengan disabilitas netra yang dibuka mulai 29 Mei-1 Juni 2025.

Kepala Dinas Sosial Jatim Dra Restu Novi Widiani MM mengatakan, kegiatan ini menjadi wujud Dinsos hadir, mengawal dan merangkul kelompok rentan. Turut membantu dan membangun desa masing-masing.

Menurutnya, disabilitas punya hak yang sama untuk berdaya, mandiri, dan memiliki penghasilan sendiri. Seperti yang sudah dilakukan pihaknya melalui 6 UPT (unit pelaksana teknis) se-Jatim.

“Kebetulan yang dihadirkan disini yang tuna netra, mereka biasanya lulus membuka usaha di runah masing masing. Tentu ini salah satu langkah Dinsos hadir di kerentanan dan tetap saja untuk membangun desa di tempat masing masing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga kini ada sekira 500 disabilitas dan 600 ODGJ yang menjadi warga binaan Dinsos.

Dari jumlah tersebut, akan dilatih keterampilannya dan dibimbing hingga mandiri. Baik sebagai pekerja perusahaan ataupun yang berminat membuka usaha sendiri.

“Itulah jumlah yang sekarang dibina Dinsos. Sementara yang dapat bantuan karena tidak bisa berproduktivitas ada sekira 4 ribu, diberikan bantuan asistensi disabilitas,” ucapnya.

Dua disabilitas netra layani pijat refleksi gratis bagi lansia di stand Dinas Sosial Jatim di ajang Pakasi 2025, Kamis (29/5/2025). Stand tersebut juga pamerkan aneka produksi karya disabilitas yang difasilitasi oleh GadisKU.(foto:hamidiah kurnia/superradio.id)

“Disabilitas bukan akhir dari segalanya, masih bisa berdaya, bisa mandiri, disabilitas bukan menjadi beban keluarga tapi bisa menjadi tulang punggung keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, Founder GadisKu Edi Cahyono turut menjelaskan berbagai kerajinan yang dipamerkan. Dengan antusias Edi menyebut produk-produk tersebut menggambarkan semangat teman-teman disabilitas untuk terus berkarya.

“Kita terus kampanyekan wirausaha sosial bahwa disabilitas tidak hanya berpangku tangan, mereka sebenarnya tidak ingin dikasihani tapi kita beri kesempatan dan akses untuk berkarya, bekerja,” sebutnya.

Ia pun berharap, kedepan tak ada lagi stigma bahwa disabitas hanya menjadi beban, sebab semuanya setara. Semua orang berhak punya mimpi dan cita-cita termasuk disabilitas.

“Kebetulan GadisKu itu ada bidang yang memberikan layanan pelatihan menyiapkan mereka untuk siap di bidang kerja. Hari ini yang dipamerkan adalah karya penyandang disabilitas, kita tawarkan bahwa karya mereka itu layak dijual,” ucapnya. (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.