Disabilitas dan Difabel, Dua Makna yang Berbeda

Yovie Wicaksono - 7 January 2023
Kholil (kiri) bersama Erik Wahyu (kanan), disabilitas netra yang berhasil mencapai puncak Batu Tulis Gunung Kawi. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Istilah disabilitas dan difabel sudah tidak asing di telinga. Seringkali keduanya di sama artikan, padahal memiliki arti dan pemaknaan yang berbeda. Walaupun sejatinya, istilah disabilitas dan difabel tidak jauh berbeda. Lantas, apa perbedaan disabilitas dan difabel?

Perbedaan keduanya dapat terlihat dari penggunaan istilah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, seorang pelajar yang menderita disleksia (gangguan penglihatan dan pendengaran yang disebabkan oleh kelainan saraf pada otak). Pelajar tersebut bisa disebut sebagai penyandang disabilitas, karena tidak bisa membaca dengan normal. Namun, siswa tersebut juga bisa dikatakan difabel karena kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, seperti saat membaca buku pelajaran.

Disleksia adalah salah satu disabilitas yang sulit disembuhkan, tetapi bisa diatasi. Pelajar tersebut bisa menggunakan rekaman atau video untuk belajar. Dengan begitu, sifat difabelnya akan berkurang karena ia tetap bisa memenuhi aktivitasnya sehari-hari, meski sebenarnya ia tetap memiliki disabilitas.

Untuk lebih detailnya, berikut adalah penjelasan mengenai disabilitas dan difabel.

Melansir plbfipunp.ac.id, disabilitas adalah istilah yang merujuk pada kondisi ketidakmampuan seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu. Disabilitas memiliki beberapa jenis, yaitu:

1. Disabilitas fisik yaitu berkaitan dengan gangguan gerak sehingga penderita tidak bisa berjalan.

2. Disabilitas sensorik, yaitu kondisi seseorang mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran.

3. Disabilitas intelektual, merujuk pada keadaan seseorang yang mengalami hilang ingatan atau gangguan dalam berpikir.

4. Disabilitas mental berkaitan dengan kondisi seseorang yang mengalami fobia, depresi, atau gangguan kecemasan.

Sementara difabel adalah istilah lebih halus untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami disabilitas. Difabel juga mengacu pada kondisi penyandang disabilitas yang terbatas dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari karena ketidakmampuan yang dimiliki. 

Difabel bukanlah kondisi tidak mampu, tetapi terbatas dalam melaksanakan aktivitas tertentu. Kondisi seorang difabel juga bisa diperbaiki dengan alat bantu yang membuatnya jadi mampu melakukan aktivitasnya seperti semula. (*/vi/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.