Masuki Tahun Politik, Ini Peran dan Kontribusi Pemuda

Yovie Wicaksono - 28 January 2023
Ilustrasi. Foto : (Kompas)

SR, Surabaya – Tahun 2023 bisa dikatakan sebagai awal masuk tahun politik, dimana sudah terlihat hampir semua partai menggempur informasi terkait capaian dan keunggulan mereka.  Beberapa nama tokoh pun mulai bermunculan yang akan diusung sebagai calon orang nomor satu di Indonesia.

Menariknya, pada tahun 2024 nanti, sebagian besar peserta Pemilihan Umum (Pemilu) berasal dari golongan pemuda. Tercatat, sebanyak 60 persen generasi milenial dan generasi Z  akan ikut berpartisipasi dalam kontestasi politik 5 tahunan itu. Hal tersebut tentu menjadi bukti konkrit bahwa pemuda adalah faktor penentu masa depan Indonesia.

Melihat hal tersebut, akademisi Universitas Airlangga (Unair), Nuke Faridha Wardhani berpesan dua hal kepada para pemuda terkait peran dan kontribusi pemuda menjelang pesta demokrasi 2024.

Dosen Departemen Ilmu Politik Unair itu menyebut, kesadaran akan politik sangat penting ditanamkan dalam setiap orang, tidak terkecuali pada pemuda yang akan menjadi tombak kemajuan dari sebuah negara.

Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan intensitas membaca dari berbagai sumber demi menemukan informasi yang benar dan valid.

“Generasi muda ini (harus, red) membaca berita-berita mengenai politik itu sendiri ya apalagi setahun menjelang Pemilu 2024. Nah, bagaimana mereka bisa melihat dan memahami apakah berita yang mereka dapatkan itu sumbernya jelas, apakah dari sumber yang kredibel, dan selanjutnya yang perlu dipahami adalah apakah mereka (para pemuda red) membandingkan satu berita dengan berita yang lain,” ucapnya.

Lewat proses tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat memunculkan rasa kepedulian dan kritis.  Hal itu juga akan membantu dalam menganalisis dan mendapatkan suatu kesimpulan yang maksimal.

“Menurut saya yang paling penting ya kemampuan membaca, tidak hanya membaca tapi juga menganalisa dan memfilter,” ucap Nuke.

Nuke juga berpesan kepada para pemuda untuk melakukan sosialisasi kepada lingkungan sekitar melalui gerakan nyata atau konten di sosial media. Menurutnya, masih banyak masyarakat di Indonesia yang sangat awam untuk masalah politik. Sebagian besar di antara para pemilih dinilai hanya melihat ketokohan dan mengabaikan unsur lain seperti program kerja, partai pengusung dan lain  sebagainya. Tentu hal ini sangat berpengaruh untuk masa depan Indonesia.

“Anak-anak muda tidak perlu membutuhkan dana yang sangat besar atau bahkan membutuhkan nama yang besar. Mulai dari gerakan selevel kampusnya  untuk memberikan sosialisasi kepada teman-teman di sekitar kampusnya atau mungkin di kelompok masyarakat di sekitarnya agar mereka juga punya kesadaran politik yang tinggi,” pungkas Nuke. (*/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.