Demi Kemanusiaan, Rela Jadi Pengemudi Ambulans Jenazah Covid-19

Yovie Wicaksono - 29 April 2020
Relawan pengemudi mobil ambulans jenazah Covid-19, Joko Budi Utomo (dua dari kiri) saat bertugas di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Atas dasar rasa kemanusiaan, Joko Budi Utomo (47), memilih bergabung menjadi relawan pengemudi mobil ambulans jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya sejak 2 April 2020.

Warga Kalibokor, Pucang Sewu, Gubeng, Surabaya ini, sebenarnya adalah driver freelance rental mobil sejak 12 tahun lalu, namun karena mewabahnya virus corona (Covid-19), terpaksa berhenti sementara karena banyaknya rental mobil yang bangkrut dan gulung tikar.

“Yang saya pandang ini bukan finansial sebenarnya, tapi kemanusiaan. Karena sebenarnya sekalipun rental sepi tapi kalau kita mau berusaha pasti ada pekerjaan seperti bisnis online misalnya. Tapi saya berpikir dari pada saya dirumah, sedangkan diluar sana butuh tenaga relawan ya kenapa tidak. Saya tergerak disitu,” ujarnya.

Joko mengaku, saat awal memutuskan bergabung menjadi relawan, sempat tidak diperbolehkan oleh keluarganya dan mendapat penolakan dari warga tempatnya tinggal. Namun setelah memberikan pemahaman dan pengetahuan, lambat laun hal tersebut dapat diterima.

“Pertama dari keluarga sih takutnya saya terpapar, warga juga. Tapi kemudian saya beri pemahaman bahwa jenazah covid ini sudah melalui proses sedemikian rupa sehingga kami juga aman,” katanya.

Sebelum “resmi” menjalankan tugas barunya, Joko diberikan pembekalan penggunaan peralatan mobil ambulans, hingga protokol yang harus diterapkan selama penugasan.

“Kita diajari bagaimana tata cara mengendarai ambulans saat dijalan, penggunaan sirine, peralatan yang didalam mobil itu harus seperti apa, praktik menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, dan lainnya itu kita sudah diajari sebelum dilapangan,” ujarnya.

Sudah hampir sebulan, Joko ditempatkan di Gedung Negara Grahadi Surabaya atas nama RSUD Dr.Soetomo. Ia bersama dengan rekan lainnya yang terbagi menjadi tiga shift jam kerja, diperbantukan ketika rumah sakit rujukan kekurangan unit ataupun tenaga untuk menghantarkan jenazah Covid-19 ke pemakaman (pemulasaraan jenazah).

“Kita di Grahadi posisi pakaian bebas rapi, kalau ada kontak dari rumah sakit ke call center untuk pengambilan jenazah, kita ke RSUD Dr.Soetomo dulu ganti APD disana langsung menuju ke rumah sakit yang dituju. Kemudian setelah pemakaman juga kembali ke RSUD Dr.Soetomo,” lanjutnya.

Hingga saat ini, Joko telah mengantarkan satu jenazah ke pemakaman khusus covid, di TPU Keputih. Sementara rekannya yang lain, sudah mengantar dua sampai tiga jenazah ke pemakaman.

Terkait dengan tugas yang diembannya saat ini, Joko mengatakan masih ada masyarakat yang belum paham betul terkait virus corona (Covid-19), sehingga di beberapa daerah terjadi penghadangan ketika jenazah akan dimakamkan.

“Untuk penanganan, kami tim gugus tugas untuk pemulasaraan sebenarnya jangan dihadang atau dihalau untuk kembali, karena sudah ada protokol ketat yang kami lalui dan sudah ada pemakaman yang memang dikhususkan. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini kami tidak pernah dihadang,” ujarnya.

Joko mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi imbauan dari pemerintah agar virus corona ini tidak semakin meluas dan segera berlalu, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

“Warga yang mau sehat, ya harus hidup sehat sesuai dengan anjuran pemerintah. Untuk penanganan covid ini, tolong untuk diwilayah yang sudah terpapar maupun yang belum ya ayo kita jaga bersama jangan sampai covid ini semakin menjadi di Surabaya,” tandasnya.

Joko ditugaskan hingga virus corona ini usai dan membuat dua buah hatinya bangga dengan apa yang dikerjakannya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.