Dampak Terkini Banjir Jabodetabek dan Sekitarnya

Yovie Wicaksono - 27 February 2020
Sejumlah warga kampung Petukangan Rawa Teratai menaiki perahu darurat untuk menuju rumahnya saat banjir di Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020). Foto : (Antara)

SR, Jakarta – Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops BNPB) hingga Kamis (27/2/2020), pukul 18.00 WIB, terdapat sebanyak 88 titik pengungsian yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Karawang akibat banjir yang melanda wilayah setempat.

“Titik pengungsian warga terbanyak berada di wilayah Jakarta Timur dengan 36 titik,” ujarnya, Kamis (27/2/2020).

Selain di Jakarta Timur, titik pengungsian juga berada di Jakarta Utara (26 titik), Karawang (11), Jakarta Barat (8), Kota Tangerang (3), Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi dengan masing-masing 2 titik. 

Sementara untuk jumlah warga mengungsi sebanyak 12.608 KK (45.861 jiwa). Dimana jumlah terbanyak teridentifikasi di Jakarta Timur dengan 7.496 KK (27.429 jiwa). Sedangkan di wilayah Karawang sebanyak 3.591 KK (12.740 jiwa). 

Kemudian jumlah warga terdampak di wilayah Jabodetabek dan Kabupaten Karawang sebanyak 44.579 KK (119.268 jiwa). 

Agus mengatakan, banjir tersebut juga menyebabkan sembilan orang meninggal dunia, yakni empat orang di Kota Bekasi, Jakarta (3), dan Kota Tangerang Selatan (2).

Pantauan di lapangan, genangan banjir masih terjadi dengan ketinggian beragam. Di wilayah Kabupaten Bekasi, ketinggian air antara 20 – 150 cm, Kabupaten Tangerang 42 – 168 cm, Kota Tangerang 20 – 130 cm, dan Karawang 150 cm. Wilayah lain seperti  di DKI Jakarta, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Tangerang Selatan telah surut.

Sementara itu, terkait dengan peringatan dini cuaca BMKG menginformasikan potensi cuaca berupa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir pada dua hari ke depan. 

Wilayah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan, antara lain Jabodetabek dan Jawa Barat. Potensi cuaca ekstrem dipengaruhi oleh siklon tropis Ferdinand yang teridentifikasi muncul di Samudera Hindia, sebelah selatan Bali, yang diprediksi melemah dan bergerak ke arah barat-barat daya. (*/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.