Wagub Emil Pantau Langsung Penanganan Banjir di Jalan Raya Simo Lamongan
SR, Lamongan – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau penanganan banjir yang merendam ruas Jalan Raya Simo–Sungelebak, Lamongan. Emil memastikan percepatan penanganan.
Dalam siaran pers, Minggu (15/3/2026), Wagub Emil menegaskan, berbagai langkah penanganan terpadu terus dilakukan. Yakni bersama Pemkab Lamongan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
“Berbagai langkah sebenarnya sudah dilakukan. Ada normalisasi sungai, penambahan pompa di titik-titik Bengawan Jero, serta pengelolaan pintu air. Bahkan peningkatan kapasitas yang dilakukan beberapa tahun lalu sempat efektif dan selama tiga tahun kondisi relatif baik. Namun tahun ini banjir kembali terjadi,” ujar Emil.
Ia menegaskan bahwa keluhan warga tidak bisa diabaikan. Sehingga pemerintah terus mencari solusi yang lebih spesifik dan tepat sasaran.
“Salah satu evaluasi adalah operasional pompa yang sebelumnya belum optimal. Sekarang kita maksimalkan, jumlah pompa yang menyala juga ditambah,” jelasnya.
Selain itu, juga menerapkan pendekatan teknis yang lebih spesifik pada titik genangan. Di lokasi yang merupakan cekungan rendah, dipasang tanggul darurat menggunakan karung sepanjang sekitar 160 meter untuk menahan air agar tidak semakin meluas ke badan jalan.
“Air ditahan supaya tidak semakin meluas ke jalan, lalu dipompa keluar menggunakan pompa apung. Pompa ini mengapung di atas air sehingga bisa bekerja lebih efektif,” terang Emil.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan dukungan dari Pemprov Jatim serta BBWS Bengawan Solo. Ia optimistis kondisi banjir akan semakin berkurang dalam waktu dekat.
“Solusi satu per satu telah kita laksanakan dan kami optimis mudah-mudahan saat Idul Fitri nanti kondisi banjir di Lamongan sudah jauh berkurang,” tandasnya.
Berdasarkan data terkini per Maret 2026, banjir yang merendam kawasan tersebut dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor. Antara lain luapan Bengawan Jero, intensitas hujan tinggi, kondisi topografi wilayah yang relatif rendah, serta sistem drainase yang belum mampu mengalirkan air secara optimal saat curah hujan meningkat.
Wilayah Karanggeneng sendiri merupakan bagian dari daerah aliran sungai Bengawan Jero yang secara historis kerap mengalami banjir tahunan akibat meluapnya sungai ketika debit air melebihi kapasitas.
Kondisi ini diperparah oleh curah hujan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus. Sementara topografi Lamongan yang didominasi kemiringan lereng rendah serta penggunaan lahan berupa tambak dan sawah membuat air lebih mudah tertahan dan menggenang. (*/rri/red)
Tags: banjir, emil dardak, jalan raya simo, Lamongan, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





