Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, Puan Ingatkan Kesiapan Infrastruktur Siaga Bencana

Yovie Wicaksono - 21 October 2022
Tim SAR gabungan mengevakuasi anak-anak yang rumahnya terjebak banjir bandang di wilayah Kelurahan Kelutan, Kota Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (18/10/2022). Foto : (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

SR, Jakarta – Cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir menyebabkan terjadinya bencana alam di sejumlah daerah di tanah air. Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan Pemerintah untuk selalu siap menghadapi bencana alam yang masih menjadi ancaman.

“Pemerintah harus memastikan kesiapan infrastruktur siaga bencana, termasuk SDM (sumber daya manusia) dari seluruh stakeholder terkait agar dapat memberikan penyelamatan yang cepat untuk masyarakat,” kata Puan, Jumat (21/10/2022).

Puan juga mengingatkan Pemda yang wilayahnya termasuk daerah rawan bencana agar meningkatkan mitigasi. Khususnya daerah-daerah yang memiliki tantangan geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang tidak mudah.

“Satgas Penanggulangan Bencana di daerah rawan bencana harus selalu stand by. Pos siaga bencana pun harus dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat,” tegas Puan.

Mantan Menko PMK tersebut juga meminta Pemerintah memastikan sanitasi dan kebutuhan air bersih bagi korban bisa terpenuhi dengan baik. “Kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” sebut cucu Proklamator RI Bung Karno itu.

Di sisi lain, Puan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan adanya potensi cuaca ekstrem. Selain itu, warga diminta proaktif menyelamatkan diri apabila di wilayahnya mengalami tanda-tanda bencana.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat cuaca ekstrem selama tiga pekan terakhir telah mengakibatkan 227 bencana yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.

Cuaca ekstrem pun diperkirakan masih akan terjadi di sejumlah daerah dalam 3 bulan ke depan.

Bencana alam akibat cuaca ekstrem sejak awal Oktober lalu telah menyebabkan 33 warga meninggal dunia dan beberapa orang hilang. Bencana alam juga berdampak langsung terhadap puluhan ribu masyarakat. Bahkan sejumlah warga dilaporkan menderita penyakit usai menjadi korban banjir.

“Selain pemenuhan bantuan makanan, tim medis harus diturunkan untuk rutin memeriksa kesehatan korban bencana. Ini penting dilakukan agar korban maupun pengungsi tidak terserang penyakit,” ungkap Puan.(*/red)

Tags: , , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.