Cegah Banjir, Surabaya Normalisasi Sungai Kalianak Target Rampung November

Rudy Hartono - 3 November 2026
Pelaksanakan normalisasi Sungai Kalianak di Kota Surabaya ANTARA/HO-Pemkot Surabaya. (sumber: antara)

SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempercepat normalisasi Sungai Kalianak melalui pembongkaran bangunan yang berada di sepanjang aliran sungai untuk mencegah banjir.

Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Surabaya Mudita Dhira Widaksa, di Surabaya, Senin (2/11/2026), mengatakan memasuki tahap IV proses pembongkaran di wilayah Kecamatan Krembangan dan Asemrowo ditargetkan rampung pada akhir November 2026.

“Pembongkaran tahap IV ini mencakup dua sisi wilayah dengan panjang penanganan mencapai sekitar 790 meter,” katanya.

Ia mengatakan, progres pembongkaran di sisi Krembangan telah mencapai sekitar 50 persen dan di sisi Asemrowo telah mencapai sekitar 30 persen. “Pemkot Surabaya telah melakukan pembongkaran di kawasan tersebut selama hampir dua pekan,” katanya.

Selain pembongkaran bangunan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan penguatan konektivitas saluran air di ujung kawasan Kalianak untuk mengoptimalkan aliran air menuju Bozem Morokrembangan.

Mudita menyebut, saat ini sudah terdapat saluran penghubung menuju kawasan tersebut yang melewati saluran milik Jasa Marga. Namun, kapasitas saluran yang ada dinilai masih perlu diperbesar agar mampu menampung aliran air secara lebih optimal.

“Sudah ada connecting-nya, itu masuk di salurannya milik Jasa Marga tapi kecil, sekitar 2 meter, mungkin tidak sampai. Nah, itu kan nanti alirannya biar lebih lancar,” katanya.

Menurut dia, saluran di kawasan Kalianak menyempit menjadi sekitar dua meter pada bagian penghubung. Karena itu, diperlukan penyesuaian kapasitas agar tidak terjadi penyempitan aliran.

“Saluran dari ujung itu 6 meter, lalu mengecil menjadi 2 meter, sehingga pembesaran salurannya itu harus dilebihkan,” katanya.

Mudita menegaskan, normalisasi Sungai Kalianak menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir Kota Surabaya. Aliran air dari kawasan tersebut terhubung dengan sejumlah titik penampungan dan saluran, mulai dari Bozem Morokrembangan hingga Tanjungsari. “Kalianak ini masuk dalam sistem pengendalian banjir Kota Surabaya,” ujarnya. (*/ant/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.