Cara Jaga Imun Agar Puasa Si Kecil Optimal

Yovie Wicaksono - 18 April 2022

SR, Jakarta – Dokter Spesialis Anak, Attila Dewanti mengatakan, berlatih untuk puasa dapat dikenalkan kepada anak sejak berumur 3 tahun. Disampaikan bahwa belum ada studi tentang keamanan puasa bagi balita sehingga anak bisa berlatih dengan mengenal suasana puasa.

“Buat si kecil familiar dengan suasana puasa dengan mengajak sahur, berbuka puasa dan salat tarawih. Untuk usia 3-4 tahun boleh berlatih puasa selama 3-4 jam, usia 5-6 tahun boleh berlatih puasa setengah hari, dan usia 7-8 tahun boleh berlatih puasa penuh,” kata Attila.

Apa saja yang perlu dipersiapkan? Menurut Attila, si kecil harus dalam keadaan sehat, baik fisik dan mental, serta pastikan pertumbuhannya sesuai dengan kurva dan juga perkembangan yang sesuai dengan umumnya. 

Saat sahur, kata Attila, bila masih malas makan, jangan dipaksakan, namun tambahkan susu berkalori tinggi dan lengkapi nutrisinya dengan multivitamin dasar lengkap yang mengandung vitamin A, B kompleks, C, D, E dan kalsium. Ditekankan agar jangan sampai anak kekurangan cairan.

“Tanda-tanda kekurangan cairan yaitu anak terlihat lemas, lesu, pucat, mata cekung, urin berkurang dan warna menjadi pekat, serta tidak responsif,” katanya.

Oleh karena itu, kata Attila, penting menjaga imun puasa si kecil agar optimal. Karena untuk memiliki iman yang kuat, harus dimulai dari imun yang kuat. Disampaikan, imun yang kuat diperoleh dari pemberian nutrisi yang mengandung makronutrien dan mikronutrien. 

“Lengkapi juga nutrisi dengan multivitamin dasar lengkap yang mengandung vitamin A, B kompleks, C, D, E, dan kalsium. Agar tidak bosan, buatlah makanan sesuai dengan karakter favoritnya,” kata Attila.

Attila mengatakan, cara menjaga imun supaya kuat yaitu terapkan 2-4-2, minum air 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat buka dan 2 gelas sebelum tidur malam. Selain itu, ajak si kecil berkegiatan yang menyenangkan sesuai hobi seperti menggambar, mewarnai, bermain, mengajarkan berdoa dengan asik dan mendengarkan hafiz talking doll.

“Mungkin si kecil merasa puasa tidak kunjung selesai, maka ibu dapat membangkitkan terus semangatnya dengan melakukan kegiatan untuk mengalihkan rasa lapar dan hausnya seperti berolahraga ringan bersama, mengunjungi panti asuhan untuk berbagi, mendekorasi kamar bersama, menyiapkan makanan berbuka bersama, dan tetap melanjutkan pemberian multivitamin dasar lengkap,” kata Attila. (ns/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.