Bupati Rio Laporkan 1.500 Warga Situbondo Terisolasi Akibat Jembatan Putus

Rudy Hartono - 26 January 2026
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat meninjau jembatan putus di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026). (foto: antara)   

SR, Situbondo  – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut jembatan yang menghubungkan antara Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng terputus diterjang banjir bandang dan sekitar 1.500 warga terisolasi.

“Di sini ada sekitar 1.500 jiwa yang tidak bisa pergi ke mana-mana karena benar-benar terisolasi, kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani,” katanya saat meninjau jembatan putus di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, pada Sabtu (24/1/2026)

Menurut Bupati Rio, akibat akses utama warga antara Desa Patemon dan Wringinanom terputus akibat banjir bandang pada Rabu (21/1) malam itu berdampak pada distribusi bantuan dan layanan dasar, namun demikian, ia memastikan pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan, meskipun dengan berbagai keterbatasan.

Untuk tahap awal, lanjutnya, pemerintah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dalam penanganan jangka pendek.

Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, kata Rio, pemerintah daerah berencana menganggarkan perbaikan infrastruktur, terutama pembangunan kembali jembatan dan jalan penghubung.

“Kami akan mohon bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat agar penanganan ini bisa segera dilaksanakan, karena tanpa jembatan dan jalan, wilayah itu sama sekali tidak memiliki akses,” ujar Bupati Rio.

Ribuan Rumah Terdampak

Sementara itu BPBD Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mencatat rumah warga terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam bertambah menjadi 7.435 unit tersebar di enam kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Timbul Surjanto mengungkapkan jumlah rumah terdampak banjir luapan air sungai bertambah setelah tim dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan asesmen di lapangan.

“Selain menangani pasca-banjir, tim BPBD juga terus melakukan asesmen ke lokasi terdampak banjir,” ujar dia di Situbondo, Jawa Timur, Minggu.

Sesuai data terbaru rumah warga terdampak banjir paling parah akibat luapan air Sungai Lubawang, kata Timbul, yakni di Kecamatan Banyuglugur mencapai 1.271 unit rumah, tersebar di Desa Kalianget 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65 rumah, Desa Lubawang 140 rumah, dan di Desa Tepos satu rumah.

Selanjutnya, dampak terparah banjir luapan air sungai itu yakni di Kecamatan Besuki sebanyak 5.414 rumah, tersebar di Desa Pesisir 2.822 rumah, Desa Kalimas 238 rumah, Desa Demung 44 rumah, Desa Besuki 2.306 rumah, dan di Desa Bloro empat rumah. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.