Bupati Ipuk Ajak Jajaran Pengurus PWI Bersinergi Bangun Banyuwangi
SR, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengajak jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersinergi membangun Banyuwangi. Pernyataan tersebut disampaikannya saat berpidato di acara Pelantikan Jajaran Pengurus PWI Kabupaten Banyuwangi masa bakti 2023 – 2026 dan Workshop PWI bertempat di Gedung Djuang 45 Banyuwangi, Sabtu (2/12/2023).
Dalam kesempatan itu Bupati Banyuwangi sangat mengapresiasi acara pelantikan organisasi profesi yang digelar di Gedung Djuang 45 Banyuwangi. Meskipun terkesan sederhana, namun arti dari pelantikan yang bertempat di salah satu gedung bersejarah di Banyuwangi ini, membuktikan kecintaan dari para jurnalis yang tergabung dalam PWI Banyuwangi kepada destinasi budaya di Banyuwangi.
Ipuk Fiestiandani menyebut PWI Banyuwangi, mampu memberikan kontribusi dalam membangun kemajuan di Bumi Blambangan.
Ke depan, katanya, PWI Banyuwangi dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi agar dapat memberikan berita maupun informasi yang positif.
Ipuk Fiestiandani juga memberikan ruang oleh para jurnalis untuk memberikan kritik terhadap pemerintah. “Jurnalis mampu menjadi kontrol sosial. Selain itu juga mampu menjadi penyambung lidah antara pemerintah dan rakyat,” ungkapnya.
Menurutnya, selama ini kerjasama antara pemerintah dan media sudah terjalin baik. Para wartawan mampu memberikan informasi yang sangat akurat dan terpercaya kepada masyarakat Banyuwangi.
“Perkembangan pembangunan maupun pariwisata di Banyuwangi tidak terlepas dari tulisan dan karya jurnalistik dari seluruh wartawan Banyuwangi,” katanya.
“Saya bangga dengan adanya acara pelantikan PWI Banyuwangi ini. Diharap paran rekan media yang tergabung dalam organisasi PWI Banyuwangi bisa aktif membantu menyebarkan informasi yang positif,” papar Ipuk.
Wartawan juga diharap dapat benar-benar memilah berita terkait kebenarannya. Serta bersama dengan Pemkab Banyuwangi dan semua pihak untuk melawan berita hoaks terlebih menjelang Pemilu 2024 ini.
Acara pelantikan dan workshop PWI Banyuwangi yang mengambil tema” Peningkatan Kapabilitas Peliputan Jelang Pemilu 2024”, dihadiri PWI Jatim, Bupati Banyuwangi, Perwakilan Forkopimda Banyuwangi, IJTI, AJI dan stakeholder terkait serta beberapa undangan lain.
Menurut Ketua PWI Banyuwangi Budi Wiriyanto, prosesi pelantikan Pengurus PWI masa bakti 2023 – 2026 merupakan kelanjutan pelaksanaan konferensi cabang (Konfercab) PWI Banyuwangi yang digelar beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan pemilihan Gedung Djuang 45 untuk tempat pelantikan dilandasi keinginan jajaran anggota PWI Banyuwangi untuk meneladani semangat para pejuang bangsa.
“Kami ingin meneladani semangat para pejuang dalam membangun dan memajukan Banyuwangi yang lebih maju dan baik sesuai dengan profesi jurnalis. Stigma wartawan akhir-akhir ini memiliki konotasi negatif, maka dari itu PWI Banyuwangi akan berkoordinasi dan bersinergi dengan seluruh elemen agar tidak ada lagi stigma negatif tersebut,” ujar Budi.
Dia menambahkan, saat ini anggota PWI ada sekitar 40 wartawan yang 90 persen sudah lulus uji kompetensi wartawan (UKW) dan ada beberapa yang mengajukan untuk menjadi anggota baru.
Untuk itu Budi Wiriyanto yang mendapat julukan BW mengharapkan doa restu, kritik dan saran dari para pihak agar anggota BWI Banyuwangi mampu menyajikan berita yang menjadi literasi dan edukasi bagi warga masyarakat serta dijauhkan dari produk berita yang provokatif.
Sementara Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jatim Machmud Suhermono, mengungkapkan dalam memasuki tahun politik bisa lebih hati-hati dalam menjalankan tugas di lapangan dengan tetap menjunjung Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang ada.
“Kami berharap teman-teman tetap menjaga independensi dan marwah organisasi dalam menjalani profesi sebagai jurnalis di lapangan dan menampilkan karya jurnalistik,” jelas Machmud.
Dia menuturkan dalam tahun politik salahsatu tugas PWI adalah memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat agar membantu menjadi pengawas di lapangan supaya tahapan pemilu bisa berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada.
Machmud menambahkan, media diharapkan mampu menjadi stabilisator di daerah dengan menyajikan berita berbasis fakta yang terjadi di lapangan bukan berdasarkan informasi yang viral.
“Media bisa mendewasakan masyarakat pemilih yang sekitar 50 persen merupakan generasi milenial yang lebih akrab dengan media sosial untuk mendapatkan informasi. Sehingga PWI diharapkan mampu melakukan koordinasi dan sinergi dengan stakeholder terkait serta mendidik masyarakat mampu membedakan informasi dan berita yang menjadi karya jurnalistik,” pungkas Machmud. (wan/red)
Tags: banyuwangi, Bupati Ipuk, PWI Banyuwangi
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





