BPBD Gelar Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana

Yovie Wicaksono - 7 November 2019
Ketua dan Pembina Osis dari lembaga pendidikan setingkat SMK, MA, SMA Negeri maupun Swasta mengikuti Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri mengajak Ketua dan Pembina Osis dari lembaga pendidikan setingkat SMK, MA, SMA Negeri maupun Swasta mengikuti Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana sebagai upaya antisipasi, mengingat telah terjadi peristiwa ambruknya bangunan SDN Gentong I Pasuruan yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Sekitar 50 siswa maupun guru terlibat dalam giat sosialisasi ini yang di gelar di Pondok Pesantren Salafiyah, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Kamis (7/11/2019).

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kediri, Adi Sutrisno mengatakan, kegiatan ini ditujuan agar masing-masing satuan pendidikan terutama setingkat  MA, SMA, SMK Negeri maupun Swasta di Kota Kediri bisa membentuk tim siaga bencana. Jika pun merasa kesulitan untuk membentuk tim, bisa juga membentuk ekstrakurikuler siaga bencana di masing-masing sekolah. 

“Yang kedua, dari tim siaga bencana ini, nanti bertugas mulai dari saat sebelum bencana dan pasca bencana,” ujarnya.

Adi memberi contoh upaya yang dilakukan sebelum terjadi bencana antara lain melakukan mitigasi bangunan dengan menggandeng BPBD. Selanjutnya BPBD bisa berkoordinasi melalui Dinas PUPR maunpun PU untuk mengecek kelayakan dari bangunan sekolah tersebut. 

Disamping itu, perlu juga dilakukan mitigasi keberadaan pohon besar di area sekolah dan mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas siaga bencana. 

Tidak hanya sigap saat pra bencana, BPBD Kota Kediri juga berharap pihak sekolah berlatih memberikan bantuan tanggap darurat kepada peserta didik, bisa memberikan bantuan psikologis sosial kepada peserta didik. 

“Misalkan ada peserta didik yang kebetulan  rumahnya terkena angin puting beliung. Ini sekolah nanti bisa membantu pemulihannya,” ujarnya. 

Sekedar informasi, kegiatan ini berlangsung selama dua hari sejak 6 hingga 7 November 2019.  Dalam kegiatan ini, BPBD Kota Kediri juga menggandeng Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, untuk mengirimkan satu perwakilan di daulat menyampaikan materi seputar siaga bencana,

“Saya juga membangun karakter, kesiapan siswa kalau menghadapi bencana. Mulai dari awal evaluasi diri, kondisi lingkungan sekolah. Kemudian dievaluasi dibuatkan suatu program kalau anak menghadapi bencana bagaimana. Program itu untuk dilaksanakan, diantaranya praktek seperti ini. Kemudian program itu dievaluasi, sehingga minimum siswa bisa mengamankan lingkungannya sendiri, lingkungan sekolah, lingkungan rumah dan tetangganya,” ujar Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, Ampuh Kurniadi.

Selain pemberian materi tentang siaga bencana, puluhan peserta ini juga mendapat pelatihan praktek langsung dilapangan,  tentang cara memadamkan api dengan alat pemadam. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.