Bioskop Mulai Operasi di Kota PPKM Level 2 dan 3

Yovie Wicaksono - 14 September 2021
Pengunjung Menyaksikan Film yang di Putar di Salah Satu Bioskop di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2020). Foto : (Antaranews)

SR, Jakarta – Keputusan Pemerintah untuk kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali hingga 20 September 2021 diwarnai dengan beberapa penyesuaian di sejumlah wilayah.

Koordinator PPKM Mikro Darurat untuk Jawa – Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penyesuaian tersebut berdasarkan pada semakin baiknya perkembangan yang terjadi. Dimana secara spesifik, penurunan tren kasus positif di Jawa-Bali mencapai 96 persen dari titik puncak pada 15 Juli 2021.

“Pada penerapan PPKM hingga minggu lalu Pemerintah akhirnya bisa menurunkan Bali menjadi level 3, sehingga dari 11 Kota/Kab level 4 hari ini berkurang menjadi 3 Kota/Kab saja. Situasi yang membaik cepat di Jawa-Bali menurunkan level PPKM yang lebih cepat dibandingkan perkiraan kita,” ucap Luhut dalam konferensi pers, Senin (13/9/2021).

Hal inilah yang akhirnya memberikan pelonggaran pada kota level 2 dan 3. Dimana nantinya akan diperbolehkan untuk membuka kembali bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen dan dibarengi dengan screening menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta protokol kesehatan yang ketat.

“Hanya pengunjung kategori hijau pada aplikasi PeduliLIndungi lah yang diperbolehkan memasuki bioskop,” imbuh Menteri Koordinator Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini.

Kemudian, akan ada penambahan lokasi wisata di kota PPKM level 3 yang diperbolehkan buka dengan beberapa persyaratan. Yakni dengan penerapan ganjil genap, aplikasi PeduliLindungi, serta protokol kesehatan yang ketat.

“Penerapan ganjil genap akan diberlakukan di daerah tempat wisata mulai Jumat pukul 13.00 WIB sampai Minggu pukul 18.00 WIB. Tujuannya untuk kita mengurangi kendaraan yang datang kesana,” ujarnya.

Sementara itu, Luhut menambahkan, saat ini Pemerintah tengah melakukan persiapan untuk hidup dengan Covid-19, dengan menerapkan tiga kunci utama. Yakni percepatan capaian vaksinasi, penerapan 3 T (testing, tracing, dan treatment), serta kepatuhan protokol kesehatan yang tinggi.

“Jika capaian vaksinasi masih rendah maka akan ditambah dengan penerapan PPKM pada masyarakat seperti saat ini,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.