8 Rumah Sakit Tampung Ratusan Murid Diduga Keracunan MBG di Mojokerto
SR, Mojokerto – Ratusan siswa jenjang PAUD hingga SMA di wilayah Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dilaporkan keracunan usai diduga mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/1/2026). Para siswa dirawat di delapan rumah sakit dan tiga puskesmas.
“Murid yang dirawat di rumah sakit dan puskesmas ada 112, sedangkan yang di posko ada 9 murid,” kata Dyan Anggrahini Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dalam keterangannya Minggu (11/1/2026).
Dyan menyebut, berdasarkan data posko kesehatan, jumlah murid yang mengalami keracunan diduga karena MBG ada sebanyak 261 orang, 121 di antaranya masih mendapat perawatan.
“Yang saya sampaikan ini adalah data yang masuk ke kami dan tertangani. Bisa jadi ada korban lain yang tidak tercatat karena melakukan penanganan secara mandiri,” ujarnya
Dinkes menyebut korban berasal dari tujuh lembaga pendidikan. Salah satu lembaga dengan jumlah korban terbanyak adalah Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Kabupaten Mojokerto. Namun, hingga kini Dinkes belum merinci jumlah pasti korban dari masing-masing sekolah.
Terkait gejala, ia mengatakan bahwa seluruh korban menunjukkan keluhan yang relatif sama, yakni mual, muntah, diare, demam, pusing, yang mengarah pada indikasi keracunan.
Hingga saat ini, Dinkes Kabupaten Mojokerto masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Makanan yang terakhir dikonsumsi para korban diketahui berupa soto, telur, dan ayam berbumbu kuning.
“Kami masih mencari penyebab pastinya. Bisa dari makanannya, bisa juga dari proses penyajian, pengiriman, atau waktu konsumsi yang terlalu lama sehingga memungkinkan munculnya bakteri,” tuturnya.
Terpisah, Letkol Inf Abi Swanjoyo Komandan Kodim 0815/Mojokerto menyampaikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga terkait ratusan siswa keracunan karena MBG akan dihentikan sementara.
“Untuk yang ini kami setop dulu ya. Kami evaluasi. Kami lihat dulu. Ini kan kami sedang melakukan investigasi,” tegasnya.
Penyelidikan itu mengarah pada SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, sebagai penyedia menu MBG.
SPPG tersebut menyalurkan 2.679 porsi MBG ke 20 sekolah pada, Jumat siang. Dari hasil pendataan, 7 sekolah dan 1 pondok pesantren melaporkan kejadian keracunan.
Terkait kemungkinan sanksi, Letkol Abi menegaskan akan ada tindakan tegas jika ditemukan unsur kelalaian atau pidana. (*/ant/red)
Tags: keracunan, mbg, mojokerto, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





