Berwisata Sambil Mengenal Sejarah di Museum Airlangga

Yovie Wicaksono - 18 July 2019
Pengunjung Museum Airlangga Kediri sedang melihat koleksi purbakala. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Kota Kediri, Jawa Timur, hanya memiliki satu museum yang menyimpan benda purbakala peninggalan jaman kerajaan.

Museum ini berada di area lereng kaki Gunung Klotok dan lokasinya berdekatan dengan Goa Selomangleng yang disakralkan oleh masyarakat Kediri.

Lokasi demografisnya yang berada di lereng kaki gunung Klotok, museum Airlangga banyak dikelilingi pohon berusia ratusan tahun berukuran besar dan tinggi menjulang. Nuansa asri nan rimbun dengan dikelilingi pemandangan perbukitan maka tak heran banyak pengunjung yang datang ke museum sekedar untuk berwisata maupun belajar mengenal sejarah tentang Kerajaan Kadiri.

Museum Airlangga terletak di Jalan Mastrip, Kawasan Gunung Klotok, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Museum ini berdiri pada 30 November 1991 dengan cakupan luas area 6670 meter persegi. Museum ini menampung 147 buah koleksi arkeologi maupun etnografi.

Di Museum Airlangga terdapat dua gedung museum, yakni Gedung Arkeologis diperuntukkan khusus menaruh benda purbakala jenis artefak atau arca.

Sementara untuk Gedung Etnografis khusus penempatan benda kebudayaan yang berkembang semacam paginangan, senjata jaman kerajaan dan keramik.

“Benda purbakala, untuk di dua gedung ada 147. Temuan mulai dari Karesidenan Kediri. Bukan hanya berasal dari Kediri saja,” ujar juru pelihara Museum Airlangga, Andi Rahardi, Kamis (18/7/2019).

Benda purbakala yang diletakkan di Museum Airlangga pada umumnya ditemukan di wilayah Nganjuk, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri hingga Kota Kediri.

Temuan Benda Purbakala khusus di wilayah Kota Kediri antara lain arca, koleksi dari tanah liat, dan fragmen relief dari batu kapur yang ditemukan di Kelurahan Lirboyo.

Semua temuan benda purbakala ini merupakan peninggalan lintas kerajaan, mulai dari Kerajaan Kadiri, Singhasari, hingga Majapahit.

“Untuk peninggalan lintas kerajaan, mulai dari Kadiri ada, Singhasari ada, Majapahit ada,” ujarnya.

Adapun benda purbakala yang dimuseumkan, gentong batu, altar batu, Arca Sivanandi, Arca Dewa Wisnu, Yoni, serta Jambangan batu.

Harga tiket masuk ke Museum Airlangga hanya Rp 1000. Sementara bagi usia kategori anak, cukup menyisihkan uang Rp 500.

Jika musim libur sekolah, maupun libur nasional tiba,  Museum Airlangga banyak didatangi pengunjung dari berbagai kategori usia. Mereka yang datang tidak hanya berasal dari Kediri melainkan dari Karesidenan Kediri, seperti Nganjuk, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.