Pertama di Surabaya, Sekolah Stand Up Paddle di Sungai Kalimas Surabaya
SR, Surabaya – Kota Surabaya kembali mengukuhkan diri sebagai pusat inovasi olahraga air melalui peresmian Sekolah Stand Up Paddle (SUP) Surabaya di Dermaga Peneleh pada Minggu (28/6/2026). Perhelatan ini bukan sekadar seremoni olahraga, melainkan sebuah gerakan integrasi antara prestasi atletik, pemantauan kondisi lingkungan Sungai Kalimas, serta pengembangan potensi wisata sejarah di kawasan Peneleh Riverside.
Mengusung moto “Sungai Bersih Prestasi Datang,” acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting yang berkomitmen memajukan ekosistem sungai perkotaan. Selain peresmian sekolah, rangkaian kegiatan meliputi balapan Stand Up Paddle yang di ikuti oleh 25 atlet dengan hadiah unik berupa domba hidup bagi para pemenang, serta penyusuran sungai guna memantau kualitas air dan efektivitas pengendalian banjir di sepanjang jalur Kalimas.
Ali Yusa, S.T., M.T., Ketua LPMK Rungkut Tengah periode 2023–2027, menekankan pentingnya kebersihan sungai sebagai pondasi berbagai prestasi kota ke depan.

“Kalau sungainya bersih seluruh prestasi pasti datang. Tidak hanya prestasi bagi pegiat dan atlet, tapi prestasi kota untuk wisata, pengendalian banjir, kebersihan, dan baku air sungai yang ada di Surabaya,” ujar Ali Yusa saat memantau kondisi sungai.
Ali juga menjelaskan bahwa Sekolah SUP Surabaya merupakan pionir di Kota Pahlawan yang bertujuan melahirkan student athlete dengan kepedulian lingkungan yang tinggi. Terkait lomba SUP, ia secara khusus memilih domba sebagai hadiah utama agar manfaatnya dapat dirasakan secara kolektif oleh komunitas.
“Kenapa domba? Biar bisa dimanfaatkan oleh klub-klub yang menang untuk makan bareng-bareng, jadi manfaatnya berkelanjutan bagi banyak orang,” tambahnya.
Hal ini juga diperkuat oleh Bambang Udi Ukoro selaku Ketua SUP Surabaya yang mengungkapkan bahwa pendirian sekolah ini dilatarbelakangi oleh masih minimnya atlet SUP di tingkat lokal. Saat ini, terdapat enam klub yang rutin berlatih di kawasan Peneleh dan Simpang Duk, yang kemudian dikonsolidasikan melalui kerja sama dengan pengurus SUP Provinsi Jawa Timur untuk menyusun program latihan yang terstruktur. Kedepannya, Bambang menargetkan perluasan jangkauan ke institusi pendidikan formal untuk menjaring bibit unggul sejak dini.
“Target kami dalam tahun ini minimal 5 sampai 10 sekolah. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi untuk bisa mensupport kami dalam pelaksanaan pengembangan olahraga pedal di Surabaya,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Cabor Savate Kota Surabaya periode 2025–2030 tersebut.

Dukungan kuat juga datang dari Reni Astuti, Anggota DPR RI periode 2024–2029, yang hadir langsung memberikan apresiasi terhadap inisiatif warga Surabaya ini. Sebagai anggota Komisi X yang membidangi olahraga, ia menilai olahraga SUP sangat unik karena mampu melatih fisik sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ekosistem air di tengah kepungan gaya hidup digital.
“Olahraga ini melatih keberanian, kerja sama, dan stamina. Di sini kita lihat anak-anak tidak ada yang pegang gadget karena sibuk dengan aktivitas fisiknya. Kedekatan dan kecintaan mereka terhadap sungai semoga berkontribusi pada upaya kita menjaga sungai yang bersih,” tutur Reni Astuti. Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang mulai menjadikan SUP sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Reni berharap Pemerintah Kota Surabaya maupun Pemerintah Provinsi terus memberikan dukungan nyata bagi semua cabang olahraga masyarakat. Dengan banyaknya wahana sungai yang tersedia, Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadikan olahraga air sebagai gaya hidup sehat sekaligus sarana pelestarian lingkungan yang berkelanjutan bagi warga kota. (js/red)
Tags: loka warta, sekolah stand up paddle, Sungai Kalimas, superradio, wisata dan olahraga
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





