Ibu Rumah Tangga di Jalan Politik, Ini Sosok Novita Hardini

Rudy Hartono - 29 June 2026
Novita Hardini anggota DPR RI bicara dalam Soekarno Talk-In bertema “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” di Wisma Perjuangan Magetan, Minggu (28/6/2026). (foto: humas dpd pdip jatim)

SR, MAGETAN – Pemikiran Bung Karno menjadi pemantik sekaligus panduan bagi Novita Hardini menapak jalan politik. Dari sosok ibu rumah tangga, kini ia memanggul aspirasi untuk rakyat di legislatif.

Kisah perjuangannya di kancah politik disampaikan dalam acara Soekarno Talk-In bertema “Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z” yang diselenggarakan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan, di Wisma Perjuangan Magetan, Minggu (28/6/2026).

Novita bercerita, perjalanan hidupnya sebagai seorang perempuan yang berangkat dari kehidupan sederhana. Mengurus rumah tangga, merawat anak, hingga menyaksikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama kaum perempuan.

Pengalaman itulah, menurutnya, yang mengantarkan dirinya memasuki ruang-ruang pengabdian, hingga dipercaya menjadi anggota DPR RI.

“Saya berdiri di sini sebagai seorang ibu dan perempuan yang bertumbuh dari kehidupan sederhana. Perjalanan itu membawa saya ke ruang perjuangan dan kebijakan publik, namun kompas yang selalu saya pegang adalah keberanian Bung Karno dan keteguhan hati Ibu Megawati Soekarnoputri,” katanya.

Ia menilai, kemajuan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kualitas perempuan Indonesia. Mengutip pemikiran Bung Karno, Novita mengatakan bahwa perempuan yang terdidik merupakan salah satu tolak ukur kemajuan sebuah bangsa.

Lebih jauh, Novita yang belum lama ini menerima perhargaan sebagai Young Leader In Public & Social Impact di Indonesia Leading Women Award 2026 itu menegaskan bahwa Marhaenisme tetap relevan di era digital.

Magetan Diartikan Rocky Gerung: Marhaen Geregetan

Menurutnya, makna Marhaen saat ini telah berkembang, bukan lagi sekadar simbol kaum tertindas, melainkan menjadi representasi gerakan perubahan baru.

“Marhaenisme hari ini adalah keberanian untuk berpihak. Tidak hanya menjadi penonton sejarah bangsanya sendiri, tetapi berani menjadi bagian dari sejarah itu. Tidak hanya mengeluh di media sosial, tetapi ikut mengambil peran menciptakan perubahan,” tegasnya.

Ia pun mengajak Gen Z untuk menjadi “the new revolutionary”, generasi yang mampu menghadirkan solusi di tengah berbagai tantangan bangsa.

Menurut Novita, semangat perjuangan Bung Karno harus diwujudkan melalui aksi nyata, inovasi, serta keberanian mengambil tanggung jawab sosial, bukan hanya melalui narasi di ruang digital.

“Saya yakin ‘Soekarno Talk-In’ hari ini menjadi titik balik lahirnya generasi muda yang ikut memerdekakan Indonesia dengan karya, gagasan, dan keberpihakan kepada rakyat di tengah situasi yang tidak mudah,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Novita Hardini berharap forum tersebut menjadi sumber energi baru bagi generasi muda untuk terus berjuang membangun Indonesia.

“Bung Karno tidak pernah meminta kita menyembah abunya, tetapi mewarisi apinya. Kini saatnya Gen Z melanjutkan api perjuangan itu untuk masa depan Indonesia,” pungkasnya. (*/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.