Begini Cara Mengajarkan Anak Beramal dan Manfaatnya

Yovie Wicaksono - 10 March 2021
Ilustrasi. Foto : (Freepik)

SR, Surabaya – Beramal merupakan salah satu perbuatan baik yang harus diajarkan sejak kecil. Untuk membiasakan anak beramal, perlu memberikan tuntunan dan contoh nyata sebagai orang tua sehingga anak termotivasi dan tertarik untuk mengikutinya.

Melansir sehatq.com, mengajarkan anak untuk beramal, sebaiknya dimulai sejak usia 3-5 tahun. Sebab, pada usia ini anak mulai merasakan empati yang merupakan kunci untuk memahami pentingnya beramal. 

Adapun beberapa cara mengajarkan anak agar terbiasa beramal dan apa saja manfaatnya, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Ajarkan empati sejak dini

Sebelum memiliki dorongan hati untuk beramal, anak harus mampu berempati dengan orang lain terlebih dahulu. Mulailah ajarkan anak mengenai sifat empati sejak berusia tiga tahun karena pada saat inilah mereka mulai memahami bahwa setiap orang punya perasaan.

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengajarkan empati:

  1. Berbicara tentang perasaan orang lain dan mengapa mereka merasakannya.
  2. Memberi saran kepada anak untuk membantu orang lain yang sedang kesulitan.
  3. Memberikan buku atau membacakan cerita tentang emosi atau perasaan.
  4. Ajarkan anak memiliki kesadaran diri dengan belajar membuat pernyataan menggunakan ‘aku’ untuk menggambarkan perasaannya.

Berkembangnya sifat empati dapat menjadi dasar bagi anak-anak untuk belajar beramal.

2. Memberikan teladan yang baik

Salah satu cara belajar yang paling cepat bagi anak-anak adalah meniru apa yang orang tua atau orang-orang terdekatnya lakukan. Ciptakan lingkungan keluarga yang senang beramal dan menghargai kebiasaan beramal sehingga anak bisa menirunya. Seperti memasukkan uang ke kotak amal atau memberikan sumbangan pada fakir miskin di depan anak.

3. Mengajarkan bahwa beramal merupakan kesempatan berbuat baik

Salah satu cara mengajarkan anak untuk beramal adalah menanamkan pada dirinya bahwa beramal merupakan sebuah kesempatan untuk berbuat baik.

Jelaskan kepada anak mengapa beramal dan manfaatnya, baik dalam bentuk memberikan beras untuk orang yang kurang mampu, menyumbang ke panti asuhan, dan lain sebagainya.

4. Melibatkan anak secara langsung

Selanjutnya, libatkan anak untuk beramal secara langsung. Misalnya, dengan mengajaknya ke panti asuhan untuk menyumbangkan pakaian dan mainan bekas yang masih layak.

Orang tua juga dapat mengajarkan bahwa beramal bukan hanya tentang uang. Membantu orang lain dengan waktu dan tenaga juga bisa jadi cara untuk beramal.

5. Berikan apresiasi positif

Berikan anak apresiasi secara positif setelah melakukan hal baik seperti beramal. Berikan pujian yang layak baginya dan ajak ia untuk memahami perasaannya setelah melakukan sebuah kebaikan.

6. Memberi dalam kondisi apapun

Tunjukkan kepada anak bahwa dalam kondisi keuangan seperti apa pun, Anda tetap beramal sesuai kemampuan. Lagipula, beramal bukan hanya mengenai uang.

Jadi, jangan pernah mengeluhkan tidak bisa beramal karena keadaan finansial. Dengan demikian, anak akan belajar untuk dapat memberi dalam berbagai kondisi sesuai dengan kemampuannya.

Manfaat mengajarkan anak beramal

Mengajarkan anak beramal memiliki berbagai manfaat bagi kehidupannya. Beramal bahkan bukan hanya berdampak baik bagi penerimanya saja, tapi juga bagi pemberinya.

Berikut adalah beberapa manfaat mengajarkan anak beramal yang bisa didapatkan:

  1. Merasa bahagia saat mengetahui pemberiannya bermanfaat bagi orang lain.
  2. Memiliki perasaan dan pandangan positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
  3. Membuat anak merasa berperan dan terhubung dengan lingkungan atau dunia di luar dirinya.
  4. Membantu menemukan arti dan tujuan dalam menjalani hidup.
  5. Anak yang berbuat kebajikan memiliki kemungkinan penerimaan sosial lebih tinggi.
  6. Anak yang suka beramal juga memiliki kemungkinan prestasi akademis yang lebih tinggi.
  7. Anak-anak yang suka beramal akan lebih peduli dan perhatian pada bumi dan hal-hal lain di sekitar mereka.
  8. Anak-anak yang telah terbiasa beramal akan melakukan kegiatan ini dengan penuh perasaan semangat dan bahagia.
  9. Beramal juga dapat membuat anak merasakan kesenangan karena merasa mampu berperan dan membuat kondisi orang lain menjadi lebih baik dengan apa yang dilakukannya.
  10. Tidak hanya itu, anak yang telah terbiasa beramal akan mengembangkan sikap tulus, di mana mereka tidak lagi memberi untuk mendapatkan pengakuan. Mereka akan terbiasa beramal karena mereka senang melakukannya. Ini adalah salah satu sikap yang sangat baik untuk dikembangkan hingga dewasa.

Itulah berbagai cara mengajarkan anak beramal dan manfaatnya. Tanamkan kebiasaan ini sejak ini supaya anak dapat tumbuh menjadi sosok yang peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.