Bappenas Nilai Kajian IPB Baik untuk Kebijakan Pemerintah

Yovie Wicaksono - 6 June 2020
Ilustrasi. Foto : (detik.com)

SR, Jakarta – Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyambut baik hasil kajian dari tim IPB University terkait sejauh mana dampak pandemi virus corona (Covid-19) terhadap ekonomi dan pangan di Indonesia sebagai masukan untuk kebijakan pemerintah.

Ia mengatakan, besarnya dampak ekonomi ini membutuhkan langkah antisipasi yang besar dan cepat. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, para pengusaha, dan masyarakat diharapkan dapat mewujudkan pemulihan dampak tersebut.

“Sinergi dari seluruh lapisan masyarakat dalam melakukan adaptive response terhadap pandemi Covid-19 adalah bagian dalam mendukung transformasi ekonomi dan sosial,” ujar Suharso.

Tentunya, ia melanjutkan, penangan Covid-19 ini harus dilakukan disemua sektor dan memerlukan beragam kajian untuk membantu pemerintah dalam menetapkan suatu kebijakan.

“Kebijakan apapun yang diambil harus berbasis saintifik agar hasilnya lebih akurat, tepat, dan efektif dan pastinya memberikan solusi,” imbuhnya.

Sekedar informasi, krisis ekonomi saat ini dapat dibilang yang terburuk setelah krisis pada tahun 1998 dan juga krisis  tahun 2008. Dimana pandemi Covid-19 ini merupakan krisis yang menyerang dua sisi sekaligus, yakni sisi kemanusiaan dan juga perekonomian.

Sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk melakukan jaga jarak maupun tidak keluar rumah yang tentu membuat kegiatan perekonomian semakin terganggu.

Sedangkan, kunci dari aktivitas ekonomi adalah terjadinya transaksi atau adanya pasar. Pasar itu terdefinisi sebagai tempat bertemunya orang untuk mempertukarkan barang dan jasa. Namun karena adanya pembatasan sosial, orang-orang tidak boleh bertemu dan perekonomian terganggu.

Di beberapa wilayah juga mengalami defisit bahan pangan karena distribusi terganggu. Tingginya upah buruh dan sulitnya mendapatkan bibit pertanian membuat pendapatan produsen pangan dan pertanian skala kecil menjadi menurun.

Guna melihat sejauh mana dampak pandemi (Covid-19) terhadap ekonomi dan pangan di Indonesia, IPB University melalui tim yang diketuai Dr. Widyastutik dengan anggota R Dikky Indrawan, Dr Heti Mulyati, dan Syarifah Amaliah melakukan kajian dengan menggunakan pendekatan recursive dynamic Computable General Equilibrium (CGE).

Hasil kajian tersebut disampaikan melalui acara webinar The 13th IPB Strategic Talk yang diselenggarakan oleh Direktorat Publikasi Ilmiah dan Informasi Strategis (DPIS), IPB University pada Jumat (5/6/2020).

Dalam model CGE ini, ada empat scenario yang akan dikaji antara lain, scenario sangat berat, scenario sangat skenario berat, skenario sangat berat, skenario sangat berat dengan dampak pesimis dari pemberian stimulus ekonomi, dan skenario sangat berat dengan dampak optimis dari pemberian stimulus ekonomi.

Keempat skenario tersebut memprediksi dampak terhadap ekonomi melalui indikator makro, indikator sektoral, sektor pertanian, distribusi pendapatan rumah tangga dan dampak pada wilayah produsen dan konsumen pangan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.