Bahaya Hamil Usia Dini, Hipertensi hingga Kematian Ibu dan Anak

Rudy Hartono - 10 July 2024

SR, Sidoarjo – Mendapat kepercayaan menjadi seorang ibu adalah anugrah bagi banyak orang. Bahkan ada yang sangat menantikan hamil hingga melakukan banyak cara.

Namun tahukah anda berapa usia ideal perempuan untuk menjalani kehamilan?

Dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Usada Sidoarjo, dr Budi Setiawan mengatakan, perempuan dikatakan optimal untuk mengandung jika telah menginjak usia 20 tahun keatas.

Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor. Pertama, pada kesiapan organ tubuh calon ibu untuk menampung janin. Lalu pada faktor psikologis, sosial,dan pendidikan.

“Sebenarnya sistem reproduksi itu setelah wanita mengalami menstruasi itu sudah siap dibuahi, tapi sebaiknya optimal kehamilan itu mulai usia 20 tahun,” ujarnya saat ditemui  superradio.id, Sabtu (6/7/2024).

Jika kehamilan terjadi di bawah usia ideal, maka sang ibu dan janin berpotensi mengalami beberapa masalah kesehatan. Mulai dari tekanan darah tinggi (hipertensi), stunting, kelainan janin, hingga kematian ibu dan bayi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan, ketika hamil, tubuh perempuan secara otomatis menyerap  gizi yang masuk untuk diberikan ke janin.

Sedangkan, perempuan di usia muda masih membutuhkan banyak asupan sehingga terjadi tumpang tindih gizi dan meningkatkan resiko kelainan pada janin.

“Ibu hamil itu kalau usia muda itu sebetulnya masih butuh asupan untuk dirinya sendiri. Jadi ketika hamil ada timpang tindih untuk kebutuhan gizi sehingga bisa meningkat resiko kehamilan belum lagi pada kondisi fisik ibu,” tuturnya.

Untuk itu kehamilan harus dipersiapkan dengan matang. Yakni di masa sebelum hamil, hingga sesudah melahirkan. “Persiapan kehamilan itu ada tiga pilar yakni sebelum, saat hamil, dan sesudah melahirkan. Semuanya harus disesuaikan dengan pilar itu,” sebutnya.

Ketika hamil, lanjutnya, sang ibu juga bisa berolahraga ringan seperti senam hamil untuk mencegah peningkatan berat badan berlebih, menurunkan resiko kencing manis, hipertensi, dan melancarkan proses melahirkan. Namun hal tersebut tetap harus dalam pengawasan dokter. Seperti durasi, intensitas, tipe aktifitas.

“Pasien tertentu harus memerhatikan jika dia ada riwayat hipertensi, pendarahan rahim, atau penyakit jantung yang berat itu tidak boleh melakukan aktivitas fisik yang berlebihan,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.