Aussie Banget Corner di UTM, Satu-satunya di Madura

Rudy Hartono - 18 February 2025
Konsul-Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew (2 dari kiri) dan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Trunojoyo Madura, Achmad Amzeri (2 dari kanan),bersama-sama membuka #AussieBanget Corner Universitas Trunojoyo Madura, Selasa (18/2/2025). (foto:niken oktavia/superradio.id)

SR, Bangkalan – Konsulat Jenderal Australia bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) meluncurkan #AussieBanget Corner, Selasa (18/2/2025).

Berlokasi di perpustakaan UTM, #AussieBanget Corner menjadi yang pertama dan satu-satunya di Pulau Madura.

Konsul-Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew menjelaskan, #AussieBanget Corner Universitas Trunojoyo Madura menjadi bukti kerjasama bikateral Indonesia dan Australia. “Peluncuran ini menjadi momen penting hubungan Indonesia dan Australia dan mempererat kerjasama antara kedua negara,”  jelasnya.

Para mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura antusias membaca buku yang disediakan di #AussieBanget Corner.(foto:niken oktavia/superradio.id)

Tak hanya sebagai wadah peningkatan kualitas sumber daya melakui pojok baca, Glen menjelaskan, ABC akan menjadi rumah pertukaran budaya dan menawarkan wawasan tentang budaya Australia.  “Juga menyediakan informasi penting tentang studi di Australia dan informasi beasiswa Australia Award,” paparnya.

Harapannya, ungkap Glen, melalui ABC ini akan lebih banyak mahasiswa Madura yang berkuliah di Negeri Kanguru tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik UTM, Achmad Amzeri mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada kami dan ini Ini pertama kali pihak Konjen Australia memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada kita,” paparnya.

Dari 50 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, Amzeri mengungkapkan, UTM menjadi ketua paguyuban dari seluruh perguruan tinggi di Madura. Untuk itu, pihaknya akan berkomunikasi sehingga penerima manfaat ABC bukan hanya UTM.

“Harapannya, ABC menjadi wadah kita belajar budaya dan studi Australia sehingga meningkatkan ketertarikan dan peluang untuk dosen dan mahasiswa belajar kesana,” pungkasnya. (nio/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.