ASDP Tulang Punggung Utama Bertemunya Jawa dan Sumatera

Yovie Wicaksono - 14 May 2019
Ilustrasi kapal penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Foto : (KSP)

SR, Bandar Lampung – Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Darmawan Prasodjo menegaskan, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) memegang peran amat penting pola transportasi para pemudik di Jalan Tol Trans Sumatera.

“ASDP menjadi tulang punggung utama bertemunya dua kekuatan ekonomi Indonesia, Jawa dan Sumatera. Apalagi tahun ini diperkirakan pemudik melalui Merak-Bakauheni meningkat hingga 15 persen,” kata Darmawan.

Pada 2018, jumlah pemudik pada kondisi puncak Lebaran (H+3) di penyeberangan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini mencapai 144.647 Orang, melayani 17.205 kendaraan roda empat dan 14.249 kendaraan roda dua.

Darmawan pun mengapresiasi langkah PT Hutama Karya (Persero) sebagai pengelola Jalan Tol Trans Sumatera yang memberdayakan warga lokal sepanjang ruas tol untuk menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi bahwa jalan tol memiliki dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah inspiratif ini menjadi bukti nyata bahwa pengembangan UMKM lokal menjadi bagian menyatu dari pembangunan tol itu sendiri,” ungkapnya.

Kekaguman dan respek juga ditunjukkan Darmawan Prasodjo saat meninjau Dermaga VII Eksekutif di Pelabuhan Bakauheni.

“Ini keren. Lebih menyerupai sebuah mall atau pusat perbelanjaan daripada terminal atau lokasi penyeberangan. Apalagi di sini juga bakal dibangun hotel megah. Sungguh tak kalah bila dibandingkan prasarana serupa di luar negeri,” kata Darmawan yang dalam kunjungannya di ‘Rumah Kreatif Bakauheni Binaan BUMN’ di lantai satu Dermaga VII Eksekutif berbelanja produk lokal Lampung yakni madu hitam, kopi robusta, dan lemak kakao murni.

Pada kesempatan ini, Direktur Teknik dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) La Mane menjelaskan bahwa pada pelayanan angkutan lebaran 2019 ini, 29 cabang ASDP menyiapkan 229 lintasan, 35 pelabuhan dan 150 kapal.

“Khusus untuk penyeberangan Merak-Bakauheni disiapkan 64 kapal, dengan rincian 8 kapal ASDP dan 56 kapal swasta. Hadirnya dua dermaga eksekutif mengubah wajah penyeberangan kita. Ada mal dan juga garbarata menjadikan dermaga Indonesia tak kalah dengan Singapura,” ungkapnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.