Aktivis Lingkungan Lumajang Beberkan Potensi Bahaya Material Gunung Semeru
SR, Lumajang – Aktivis lingkungan Lumajang Jawa Timur menyoroti perubahan potensi bahaya akibat perubahan jalur dan adanya pendangkalan material aliran lahar Semeru.
Aktivis Lingkungan Lumajang Arsat Subekti mengatakan setelah melakukan analisa mendalam disejumlah titik aliran lahar Semeru dibawah Jembatan perak Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Lumajang.
Selain adanya perubahan jalur pada aliran lahar Semeru yang memerlukan penanganan secara khusus dalam mengarahkan aliran pada jalur yang benar.
Adanya potensi bahaya juga muncul terhadap pendangkalan pada aliran lahar semeru mulai hulu hingga hilir akibat erupsi beberapa tahun lalu yang sangat berpotensi terhadap terjadinya luapan lahar dengan skala besar pada pemukiman warga terjadi terutama pada saat banjir lahar dengan skla besar terjadi.
“Material bekas letusan Semeru menumpuk diatas letusan kemudian ketika banjir dengan skala besar terbawa oleh aliran lahar dan memenuhi setiap sungai aliran lahar mulai hulu hingga hilir,”Katanya Sabtu (16/8/2025)
Untuk itu persoalan tersebut tidak bisa dianggap sebelah mata karena menyangkut nyawa banyak warga yang bermukim disekitar aliran lahar jika dibiarkan begitu saja.
Pemerintah melalui pengawas tambang juga diminta melakukan pengawasan secara maksimal agar para penambang juga melakukan kegiatannya sesuai aturan yang ada dan tidak sembarangan menempatkan tumpukan bekas galian berupa batu dengan seenaknya sendiri.
Para penambang diminta agar membentuk aliran-aliran agar tidak membentuk tumpukan maupun genangan yang berpotensi terhadap sumbatan jika adanya banjir. (*/rri/red)
Tags: bahaya, lumajang, material semeru, Mitigasi, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





