Akhir Ramadan, Begini Nasib Sopir Bus di Terminal Joyoboyo

Yovie Wicaksono - 12 May 2021
Situasi di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) saat H-1 Idulfitri, Rabu (12/5/2021). Foto : (Super Radio/Hamidia Kurnia)

SR, Surabaya – Di hari terakhir Ramadan ini, Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) terpantau sepi penumpang. Tidak ada lagi hiruk pikuk angkutan umum antar kota di sana, bahkan terlihat hanya ada tiga bus mini arah Surabaya-Mojokerto yang dengan setia menunggu penumpang datang.

Koordinator C Terminal Joyoboyo, Maryanto mengatakan, sepinya penumpang ini terjadi sejak pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah pada 6-17 Mei 2021.

“Semenjak ada pelarangan itu ada penurunan, sekarang sepi, jelang hari raya juga sepi. Penumpang juga turun 50 persen dibanding sebelum larangan mudik,” kata Maryanto, Rabu (12/5/2021).

Ia menjelaskan, meskipun penumpang sudah mulai berkurang sejak awal pandemi, namun sekarang adalah yang paling menurun.

“Ramadan tahun lalu dan tahun ini masih sama, tapi lebih sepi hari ini. Di hari terakhir juga penumpang bus Mojokerto ini cuma 1-2 saja,” ujarnya.

Basar, salah satu sopir bus hijau mengeluhkan turunnya pendapatan hingga 70 persen. Pria asal Mojokerto yang berprofesi sebagai sopir bus selama 8 tahun ini, rela bus nya hanya terisi 2 orang agar dirinya tetap mendapat penghasilan.

“Penumpang hari ini cuma 1 sampai 2 orang penumpang, dari sini 10 menit berangkat, nanti sambil jalan sambil cari penumpang. Kadang juga kalau gak ada orang juga tetap berangkat,” ucap Basar.

Bahkan, pendapatan bus yang beroperasi sejak pukul 04.00 WIB ini baru akan berhenti setelah setoran cukup. “Di akhir Ramadan juga masih beroperasi dari jam 4 subuh sampai bisa setoran baru selesai. Tapi akhir-akhir ini dapat seratus ribu saja sudah paling besar, hari ini saya baru dapat lima puluh ribu dari pagi,” lanjutnya.

Selain itu, Basar menyebut, semenjak adanya larangan mudik, ada beberapa perubahan aturan yang diterapkan pada bus-bus yang beroperasi, seperti pemasangan stiker dan bus hanya diperbolehkan langsung ke arah tujuan yakni Mojokerto tanpa singgah di tempat lain seperti Krian.

“Bus gak boleh transit di Krian seperti dulu, sekarang harus langsung ke Mojokerto gak boleh sampai Jombang, gak boleh mampir-mampir, stiker juga harus dipasang,” lanjutnya.

Basar pun berharap, keadaan ini bisa segera membaik dan kembali seperti semula agar pendapatannya bisa membaik.

“Harapannya supir-supir ya supaya semoga bisa kembali seperti dulu, penumpang bisa kembali semula,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.