Ahli Sejarah Unair Minta Penegasan Nama Nusantara

Yovie Wicaksono - 25 January 2022

SR, Surabaya –  Ahli sejarah dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Purnawan Basundoro meminta penegasan nama Nusantara sebagai Ibu Kota Negara (IKN). Penegasan ini untuk membedakan makna Nusantara dari sisi arti dan sejarah dengan Nusantara sebagai IKN.

“Jangan sampai hal itu kemudian mengganggu pembelajaran sejarah Indonesia di masa yang akan datang. Nusantara di satu sisi adalah IKN, namun di sisi lain adalah konsep sejarah yang memiliki pemaknaan sendiri dan mengacu pada kawasan Indonesia lama,” ujarnya, Selasa (25/1/2022).

Untuk itu, dosen Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB Unair) yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada tahun 2021 sebagai pemerhati dalam melestarikan cagar budaya tersebut mengatakan tidak ada masalah dengan kata Nusantara jika dipakai sebagai nama IKN yang baru.

“Intinya asalkan ada penjelasan kembali di pembelajaran-pembelajaran sejarah terkait konsep Nusantara di masa lalu dengan kini. Jika itu sudah dilakukan maka tidak akan ada kebingungan lagi di masyarakat terkait perbedaan keduanya. Dengan begitu maka Nusantara sah-saja saja apabila dipakai sebagai nama IKN baru di Indonesia ini,” tandas Dekan FIB Unair ini.

Dijelaskan, Kata Nusantara sebenarnya berasal dari bahasa Jawa Kuno. Itu adalah dua suku kata yang bergabung menjadi satu yakni Nusa dan Antara. Nusa berarti ‘pulau’ dan Antara berarti ‘luar’.

Nusantara kemudian memiliki makna yakni ‘pulau-pulau di luar. “Mengapa menyebutnya dengan kata ‘di luar,’ ya karena berhubungan dengan pulau-pulau di luar Jawa yang dahulu menyatu oleh karena tokoh Gajah Mada melalui Sumpah Palapa,” terang Purnawan.

Seperti diketaui, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarso mengatakan, Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia telah resmi bernama Nusantara.

Pemilihan nama tersebut berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama Nusantara dipakai, setelah mengeliminasi 79 nama lain yang diusulkan para ahli bahasa dan sejarah. Di antaranya yakni Negara Jaya, Nusa Karya, Nusa Jaya, dan lain sebagainya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.