Adu Kreatif setelah 4 Tahun Vakum Karnaval HUT RI

Rudy Hartono - 1 September 2025
Kepala Desa Masangan Wetan H Budiono SH MM saat melepas peserta pertama Karnaval Perjuangan Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (31/8/2025). (foto: anton/superradio.id)

SR, Sidoarjo – Ribuan  warga Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, tumplek blek, unjuk kreasi dalam Karnaval  Budaya, Minggu (31/8/2025) sebagai ekspresi memperingati HUT ke-80 RI. Sebanyak 37 RT yang tersebar di Desa Masangan Wetan berpartisipasi aktif.

Berbagai atraksi teatrikal yang heroik bertemakan perjuangan ditampilkan oleh warga baik yang senior dan karang taruna. Warga juga tampil percaya diri dengan aneka kostum bernuansa perjuangan hingga busana noni-noni Belanda Properti senapan mainan, bambu runcing, bendera merah putih dan flare asap menambah dramatisasi karnaval Masangan Wetan itu.

Salah satu peserta tampilkan replika peluru kendali dari bahan kardus dalam Karnaval Perjuangan Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (31/8/2025). (foto: anton/superradio.id)

Adu kreasi juga terjadi pada kendaraan hias saat karnaval. Ada yang membuat replika pesawat tempur ukuran besar, replika kendaraan tank, hingga replika burung Garuda lengkap dengan perisai di dada memuat simbol-simbol Pancasila.

Belum lagi kreasi kostum mulai dari pakaian adat, pakaian dengan asesoris dari bahan tas kresek, kostum hantu horor, baju pejuang, hingga baju ala TNI. Tidak kalah hebohnya kala emak-emak yang tampil dengan aneka gaya diiringi sound horeg yang  berkeliling Desa Masangan sekira 3 kilometer.  Tidak hanya, orang dewasa dalam karnaval Masangan Wetan, anak-anak usia TK dan PAUD juga tak mau ketinggalan  ikut berjalan iring-iring, meski terkadang harus numpang ikut kendaraan pawai karena kelelahan.

Salah satu aksi teatrikal heroik oleh salah satu peserta Karnaval Perjuangan Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (31/8/2025). (foto: anton/superradio.id)

Antusiasime warga ikut karnaval lantaran sudah lama mereka tidak menyelenggarakan kegiatan  bersama. Selama ini saat perayaah HUT RI, karnaval diselenggarakan secara lokal di lingkungan RT masing-masing.

Kepala Desa Masangan Wetan H Budiono SH MM megkonfirmasi dan merespons keinginan warga itu. “Memang sudah 4 atau 5 tahun kami tidak menyelenggarakan karnaval bersama seperti ini. Jadi saat saya adakan pertemuan seluruh RT mereka semua menginginkan dan sepakat menggelar karnaval,” kata Budiono di sela-sela Karnaval Budaya.

Dalam kesempatan ini Budiono mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Masangan Wetan yang telah berpartisipasi aktif dalam Karnaval Masangan Wetan bertemakan “Perjuangan”. “Tidak lupa saya  berterimakasih kepada panitia yang semuanya diselenggarakan oleh pemuda pemudi karang taruna Desa Masangan Wetan,”  kata Budiono.

Sementara itu Wakil Ketua Panitia Karnaval Desa Masangan Wetan, Dimastian Alam Syah melaporkan karnaval diiikuti 37 RT seluruh Desa Masangan Wetan. Karnaval itu dilombakan dengan dua kategori yakni peserta terbaik dan terbanyak. “Untuk kategori peserta terbaik ada penilaian terkait kostum, tata peragaan busana, tata peragaan barisan, make up dan keunikan dan yel-yel,” kata Dimas.

Sedangkan mengaju pada tema “Perjuangan”, lanjut Dimas, peserta bisa menampilkan apapun terkait Perjuangan sesuai interprestasi masing-masing peserta. “Jadi tema perjuangan itu dalam arti luas, berjuang saat merebut kemerdekaan, berjuang mengisi kemerdekaan, berjuang dalam seni budaya dan ekonomi,” tutup Dimas. (ton/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.