Aan Anshori : Jatim Tidak Bisa Mengklaim sebagai Representasi Islam Toleran

Yovie Wicaksono - 15 December 2019
Koordinator Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Aan Anshori. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Menanggapi hasil survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) dari Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis (12/12/2019), dimana skor KUB Jawa Timur (Jatim) sebesar 73,7 persen dan berada di urutan ke 17, Koordinator Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Aan Anshori mengatakan, Jatim tidak bisa lagi mengklaim sebagai representasi Islam yang toleran.

“Jatim saat ini tidak bisa lagi mengklaim dirinya sebagai representasi dari Islam toleran yang ada di wilayah Jawa, karena kalau kita mau lihat banyak sekali kasus yang berkaitan dengan intoleransi itu sendiri,” ujarnya saat dihubungi Super Radio, di Surabaya, Sabtu (14/12/2019).

Salah satu contoh kasusnya adalah perusakan tiga tempat ibadah umat Hindu di lereng Gunung Bromo yang baru saja terjadi.

Terkait 10 besar daerah berbasis non muslim yang memiliki skor KUB tertinggi di tingkat nasional, Aan menilai hal tersebut tidak mengherankan lagi.

“Karena wajah Islam di Indonesia saat ini semakin muram. Saya kira itu tidak lepas dari menguatnya kelompok-kelompok islam politik, yakni orang Islam mana saja yang didalam hatinya itu ingin agar Indonesia ini diatur dengan cara-cara Islam, dengan isu khilafah atau tanpa isu khilafah,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku terus secara intensif melakukan komunikasi dengan sejumlah elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan umat beragama (KUB). Tidak hanya secara seremonial saja, tapi secara terus menerus melakukan komunikasi.

“Aku tidak berhenti (berkomunikasi dengan tokoh masyarakat dan elemen masyarakat). Kelilingnya kita kan sebetulnya unlimited. Dimana saja, nilai-nilai keguyuban, nilai-nilai kerukunan saya rasa harus terus kita dorong,” ujarnya.

Seperti diketahui, mengacu pada survei indeks KUB dari Kementerian Agama (Kemenag) pada Kamis (12/12/2019), cukup memprihatinkan. Skor indeks KUB Jatim sebesar 73,7 dan berada diurutan ke-17. Skor tersebut berada dibawah skor KUB nasional yang sebesar 73,83.

Bahkan, KUB Jatim tersebut jauh dibawah skor KUB Papua Barat yang mencapai 82,1, Nusa Tenggara Timur (81,1), Bali (80,1), Sulawesi Utara (79,9), Maluku (79,4), Papua (79,0), Kalimantan Utara (78,0), Kalimantan Tengah (77,8) dan Kalimantan Barat (76,7).

Provinsi lain yang mengungguli skor KUB Jatim, yaitu Sumatera Utara (76,3), Sulawesi Selatan (75,7), Sulawesi Tengah (75,0), Jawa Tengah (74,6), DI Yogyakarta (74,2), Sulawesi Barat (74,1) dan Sulawesi Tenggara (73,9).

“Kita akan terus komunikasikan kembali, ayo Jawa Timur terus di jaga. Ayo tetap guyub rukun. Ya dinamikanya seperti itulah,” katanya.

Survei Kemenag itu dilaksanakan pada 16 Mei-19 Mei 2019 dan 18-24 Juni 2019. Jumlah responden sebanyak 13.600 orang dari 136 kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi. Terdapat tiga hal yang disoroti dalam survei yaitu toleransi, kesetaraan, dan kerja sama di antara umat beragama.

Dalam survei tersebut terdapat beberapa faktor penentu indeks, yang berisi korelasi hubungan antara pendidikan, pendapatan, dan peran Kementerian Agama terhadap sikap rukun di Indonesia pada 2019.

“Kita semua punya tugas dan kewajiban yang sama dalam menjaga Jawa Timur, supaya Jawa Timur tetap guyub rukun,” tutur mantan Menteri Sosial itu. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.