17 Warga Jatim Sembuh dari Covid-19

Yovie Wicaksono - 1 April 2020
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat merilis update penyebaran Covid-19 di Jatim di gedung negara Grahadi Surabaya, Jumat (27/3/2020). Foto: (JNR)

SR, Surabaya – Satu orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur kembali dinyatakan konversi negatif atau sembuh usai dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya. Istimewanya,  pasien tersebut berusia 76 tahun.

“Kita mendapatkan kabar bahagia berikutnya yaitu 1 orang sembuh dari Surabaya ini umurnya 76 tahun. Alhamdulillah ini menjadi kabar baik lagi bagi kita semua seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (31/3/2020).

Total pasien positif Covid-19 di Jatim yang dinyatakan sembuh menjadi 17 orang. Rinciannya,  13 orang dari Kota Surabaya, 1 orang dari Kabupaten Blitar, dan 3 orang dari Kota Malang.

Menurut Khofifah, kesembuhan ini bisa diartikan, proses yang diberikan layanan medik bagi pasien positif Covid-19 dilakukan dengan baik.

“Insyaallah para tenaga medik dan para medik kita sudah memberikan kemampuan dan layanan terbaiknya. Dan yang sembuh ini umurnya 76 tahun,” kata orang nomor satu di Jatim ini.

Hingga Selasa (31/3/2020), total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim mencapai 93 orang. Per kemarin ada tambahan kasus positif covid-19 sebanyak 2 orang dibandingkan hari sebelumnya.

Penambahan 2 orang positif Covid-19 ini berasal dari 1 orang di Kabupaten Gresik dan 1 orang di Kabupaten Madiun.

Sedangkan, total perkembangan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jatim menjadi sebanyak 6.565 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 420 orang.

Untuk perkembangan kasus positif covid-19 di Jatim yang meninggal menjadi 8 orang atau tidak ada tambahan dari hari sebelumnya.

Di sisi lain, terkait Rapid Test yang telah dibagikan ke dinkes kab/kota dan RS rujukan di Jatim, sampai kemarin petang sudah ada  2.020 orang yang mengikuti tes cepat massal. Hasilnya, 49 kasus  terdeteksi positif.

“Untuk mendapatkan hasil yang presisinya tinggi  harus melalui PCR. Yang terdeteksi positif melalui Rapid Test ini tidak bisa dijadikan patokan bahwa mereka sudah pasti positif. Tetapi tetap untuk mendapatkan presisi yang baik mereka akan diswab untuk PCR,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim ini. (*/red)

 

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.