Wujudkan Desa Inklusi, Linksos Gelar Semiloka DID

Yovie Wicaksono - 13 August 2019
Pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas difabel khususnya di bidang ekonomi. Foto : (Istimewa)

SR, Malang – Sebagai upaya terwujudnya desa-desa inklusi di Malang Raya, Lingkar Sosial (Linksos) Indonesia akan mengadakan beberapa semiloka Pembangunan Inklusif Disabilitas atau Disabillity Inclusive Development (DID) di Kabupaten Malang. 

Ketua Lingkar Sosial Indonesia, Kertaning Tyas mengatakan, semiloka ini bertujuan untuk membuka kesadaran semua pihak bahwa hakikat pembangunan tidak boleh meninggalkan siapapun dan harus melibatkan partisipasi semua orang termasuk penyandang disabilitas. 

“Selain itu semiloka ini juga bertujuan untuk menginisiasi terbentuknya desa- desa inklusi,” ujarnya pada Selasa (13/8/2019).

Semiloka pertama akan dilakukan di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, pada Kamis (15/8/2019). 

Pria yang kerap disapa Ken ini menambahkan, dipilihnya desa tersebut dalam rangka mengembangkan potensi desa yang ada, diantaranya terdapat organisasi penyandang disabilitas yaitu Forum Malang Inklusi, Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Pokja Wirausaha Difabel Lingkar Sosial, Komunitas Kartika Mutiara dan Paguyuban Ibu-ibu dari anak Istimewa. 

Semiloka Pembangunan Inklusi Disabilitas ini terbagi dalam dua sesi, yaitu sesi seminar, diisi oleh para pemateri dari Dinas PMD dan Bappeda yang akan memaparkan program-program pemberdayaan yang bisa diakses masyarakat desa tak terkecuali penyandang disabilitas. Juga model pembangunan yang harus melibatkan peran aktif dan partisipasi semua pihak termasuk penyandang disabilitas sebagai salah satu goals dari SDGs.

Kemudian sesi lokakarya, dimana para peserta melakukan diskusi kelompok untuk merumuskan indikator desa inklusi berdasarkan potensi dan kearifan lokal. Indikator tersebut untuk kemudian menjadi rekomendasi pemerintah desa Pakisaji dan Pemerintah Daerah Kabupaten Malang untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Sekedar informasi, Seminar Pembangunan Inklusif Disabilitas ini terselenggara atas kerjasama Lingkar Sosial Indonesia dengan until No Leprosy Remains (NLR) Indonesia, sebuah organisasi nasional anggota NLR Alliance. Program-program utama NLR Indonesia diantaranya adalah pengendalian kusta dan pengembangan inklusif untuk para penyandang disabilitas. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.