Wayang Gagrak Porongan Kembali Digelar, Bawa Pesan Kebaikan di Lakon Wahyu Pamong Sejati

Yovie Wicaksono - 10 August 2025
Ki Bambang Sugio, dalang asal Sukodono yang didaulat tampil di gelaran ketiga ini, menampilkan lakon Wahyu Pamong Sejati. Foto : (Nirwasita Gantari/Super Radio)

SR, Sidoarjo – Pagelaran Wayang Kulit Gagrak Porongan kembali tampil untuk ketiga kalinya. Setelah sebelumnya, tampil di Kecamatan Buduran dan Krian, gelaran kali ini dilakukan di Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu malam (9/8/2025).

Ki Bambang Sugio, dalang asal Sukodono yang didaulat tampil di gelaran ketiga ini, menampilkan lakon Wahyu Pamong Sejati. Saat ditemui Super Radio sesaat sebelum tampil, pria berusia 75 tahun ini mengatakan, dalam cerita ini, dikisahkan Semar adalah Dewa, yang diturunkan ke Mayapada (dunia).

“Semar diperintahkan untuk menjadi pamongnya Satriya yang berwatak utama, agar tidak terjerumus menjadi orang yang bersifat angkara, perusak kebaikan,” ujarnya.

Dalang tertua di Sidoarjo ini menambahkan, Semar yang juga bernama, Sang Hyang Ismoyo itu , mengarahkan semua momongannya ke jalan keutamaan. Namun hal ini tidak semudah membalikkan tangan, karena banyak penghalang.

“Semua masalah itu dihadapi oleh Semar dengan hati yang penuh kesabaran, hingga menerima wahyu pamong sejati. Dalam kisah ini, Semar menyamar menjadi seorang Satriya yang bernama Suryo Ndadari,” tegasnya.

Penyerahan gunungan wayang dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Tirto Adi ke Ki Bambang Sugio. Foto : (Nirwasita Gantari/Super Radio)

Sebelum Ki Bambang Sugio tampil pada sekira 21.30 WIB, karawitan Madu Mulyo membawakan beberapa buah lagu campursari. Namun, sebelum itu, penyanyi cilik Bismo tampil dengan dua buah lagu bertemakan perjuangan dan penyerahan gunungan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo Tirto Adi ke Ki Bambang Sugio.

Sementara itu, Tirto Adi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung seluruh proses gelaran Wayang Gagrak Porongan 2025 ini.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini,” ujarnya.

Disisi lain, Aisyah salah satu penonton mengaku senang dengan gelaran wayang kulit ini. Perempuan berusia 27 tahun ini mengatakan, wayang kulit ini bisa menjadi cara  mengenalkan budaya bangsa kepada anak muda.  Ia juga berharap, acara semacam ini bisa lebih dikemas lebih menarik agar banyak anak muda yang muda.

“Saya sendiri baru melihat wayang kulit pertama kali ya pada malam ini. Jujur saya penasaran dan tertarik untuk menontonnya,”pungkasnya. (ng/red)

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.