“Wajah” Baru Eks Lokalisasi Dolly

Yovie Wicaksono - 9 February 2023
Eks Lokalisasi Dolly. Foto : (Super Radio/Agatha Rostin)

SR, Surabaya – “Wajah” eks lokalisasi Dolly pasca ditutup 9 tahun lalu oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kini telah berubah. Jika sebelumnya, perekonomian di kawasan tersebut terpusat di prostitusi dan hiburan, kini mereka membuat kelompok usaha bersama (KUB). Di tempat itu, ada beberapa jenis KUB, mulai dari sepatu, batik dan sandal hotel.

Karyawan UMKM KUB Mampu Jaya masyarakat mandiri Putat Jaya, Ida Ariyani, mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan sejumlah pihak, termasuk 70-80 hotel yang menerima sandal hotel.

“Dalam sebulan, mulai dari sandal, sepatu (penjualan) mencapai sekira Rp 5-10 juta. Kalau sepatu perharian (pesanan) dua hotel, 1000 per hotel sampai 3000 sandal. Terkadang, kami melakukan dua hari secara berkelompok. Biasanya membagi tugas menjadi 1 kelompok yang terdiri dari 4-6 hotel untuk sandal hotel. Dari setiap kelompok (sepatu dan selop) kecuali satu pintu,” ujarnya, Kamis (9/2/2023).

Ditambahkan, KUB ini juga menggelar pameran di Siola. Tujuannya, untuk mempermudah konsumen dalam membeli produk UMKM eks lokalisasi Dolly. “Iya, kami menggelar pameran di Siola,” kata Ida.

Aktifitas di eks lokalisasi Dolly, Surabaya. Foto : (Super Radio/Agatha Rostin)

Sebelum menjadi KUB, masyarakat setempat, dilatih selama delapan hingga sembilan bulan. Setiap kursus pelatihan bisnis diikuti oleh sekitar 30 orang yang hadir. Pelatihan ini, selain membentuk mental yang kuat untuk bertahan juga membantu perusahaan berkembang menjadi UMKM besar.

“Diadakannya Kelompok Usaha Bersama (KUB)  ini, bertujuan untuk mendidik masyarakat di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Jarak, agar mampu mandiri secara ekonomi,” terang Ida.

Ida mengaku bersyukur, karena banyak yang mengalami perubahan dari sebelumnya. Masyarakat setempat kini aktif berwirausaha dan menghasilkan produk bernilai baik. Terlebih Pemerintah Kota Surabaya selalu mendukung atau mendorong masyarakat di daerahnya untuk aktif mengembangkan pembangunan ekonomi lebih lanjut. (ag/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.