Gelombang Rossby Sebabkan Fenomena Hujan di Musim Kemarau
SR, Surabaya – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda pada Jumat 5 Juli 2024 melaporkan cuaca Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik) pada umumnya diprakirakan cerah berawan . Kecuali Gresik berpotensi hujan ringan menjelang siang.
Tidak hanya Gresik, beberapa daerah di Jawa Timur juga diprediksi turun hujan ringan yakni Bojonegoro dan Kota Batu. Lebih dari itu, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan mewaspadai cuaca ekstrem sehingga memungkinkan hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang atau sore hari. Daerah yang dimaksud di antaranya: Bangkalan, Sumenep, Lumajang, Malang dan Probolinggo.
Sementara itu suhu udara Surabaya Raya relatif hampir serupa dikisaran 24-33 ⁰C, kelembapan kisaran 55-96 persen, dengan kecepatan angin cukup kencang 30 km/jam.
Berbeda dengan cuaca di Jawa Timur pada umumnya, cuacanya lebih variatif, mulai yang cerah berawan, cerah, berawan hingga hujan. Berikut rinciannya:
Pagi hari dominan cerah berawan kecuali beberapa daerah hujan ringan di daerah Gresik, Bojonegoro, Jember, Bangkalan, Sampang. Sementara itu di siang hari seluruh Jawa Timur cerah berawan atau berawan, kecuali beberapa daerah diguyur hujan seperti: Trenggalek, Jember dan Kota Batu.
Adapun suhu udara di Jawa Timur secara umum berada di kisaran suhu 16-34 ⁰C. Suhu udara terpanas dialami Surabaya dan Kabupaten Mojokerto. Sedangkan daerah paling dingin masih tetap kota Batu.
Terkait kejadian hujan saat musim kemarau, dijelaskan oleh BMKG bahwa fenomena hujan di tengah musim kemarau ini terjadi karena gangguan Gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO). Gangguan tersebut menyebabkan peningkatan curah hujan hingga 7 Juli 2024.
BMKG Juanda menghimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap peningkatan kecepatan angin dan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan kedepan secara tidak merata.
Di tengah peralihan musim seperti sekarang ini, BMKG Juanda mengeluarkan imbauan yang penting untuk diperhatikan.
1. Hindari paparan langsung sinar matahari, terutama pada siang hari saat beraktivitas di luar rumah dengan memakai tabir surya, topi, atau payung.
2. Terapkan perilaku hidup bersaih dan sehat.
3. Minum air mineral dengan cukup untuk menjaga hidrasi tubuh.
4. Hemat air dan pakai dengan bijaksana.
5.Jangan lupa menampung air untuk mengatasi kekeringan yang mungkin terjadi.
6. Hindari kegiatan pembakaran yang dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahab.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar lebih mengantisipasi dampak yang bisa muncul imbas cuaca ekstrem. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.
Masyarakat pun diminta memanen air hujan sebagai salah satu langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Pengumpulan air hujan bisa membantu mengurangi risiko kekurangan air dan mendukung konservasi air di daerah yang sering kekeringan.
Penting untuk dicatat bahwa prakiraan cuaca dapat berubah, oleh karena itu, disarankan untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca dari sumber yang terpercaya. Dengan mengetahui prakiraan cuaca ini, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang mungkin terjadi pada periode tertentu. (*/red)
Tags: bmkg juanda, gelombang rossby, hujan saat kemarau, superradio
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





